Published On: Rab, Agu 16th, 2017

Ibadah Haji, Perjalanan Spiritual Yang Diwajibkan Bagi Setiap Muslim

Share This
Tags

Bulan Dzulhizah adalah bulan yang besar sekali artinya bagi kehidupan seluruh kaum muslimin yaitu pada bulan itu diperintahkan mengerjakan ibadah haji. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya umat Islam di tanah air maupun di seluruh penjuru dunia yang diberi kemampuan pergi mengerjakan ibadah haji ke tanah suci Makkah Al Muqaromah.

Menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah adalah sebuah perjalanan spiritual yang menjadi kewajiban sekaligus impian bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Dengan beribadah haji, umat Islam melakukan perjalanan spiritual yang suci menuju kesatuan dan penghambaan yang hakiki terhadap Dzat Yang Agung Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dengan mengorbankan segalanya demi berjumpa dengan sang Khalik, pencipta alam semesta.

Ibadah haji adalah melaksanakan serangkaian amal ibadah sesuai dengan rukun yang telah di tentukan, ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang hukumnya wajib bagi orang Islam yang berakal sehat, telah baligh serta mampu.

Kutipan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Quran : “….Mengerjakan haji adalah kewajban manusia kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yakni bagi orang yang mampu/kuasa mengadakan perjalanan ke Baitullah, Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran : 97).

Ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang menggugah hati tiap-tiap orang yang beriman untuk melaksanakannya. Ibadah ini sudah diperintahkan sejak zaman Nabi Ibrahim kepada seluruh umat manusia agar pergi melaksanakan ibadah haji. Begitu kuatnya keyakinan orang-orang beriman  memenuhi seruan haji sehingga ada orang yang mempunyai kemampuan dan tekad yang kuat yang hanya mengharapkan ridho Allah, menunaikan ibadah haji  meskipun harus berjalan ka ribuan kilometer, seperti yang dilakukan seorang pemudaasal pekalongan bernama Mohammad Khamim Setiawan, 29 tahun, sebagaimana dikutip dari detik.com, melakukan perjalanan untuk menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki. Perjalanan kaki Khamim ditempuh sejak 28 Agustus 2016 tahun lalu. Saat ini dikabarkan Mochamad Khamim telah sampai di Timur Tengah.

Saudara pembaca bulletin TIH Mujahidin yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Apabila sampai ke Mekkah akan saudara lihat sendiri bahwa  umat Islam dari seluruh dunia, dari Afrika, Eropa, Amerika, Cina, dari manapun orang datang berlainan bahasa, apabila sudah shalat di masjid Harram, meskipun berlainan warna kulit, ada yang kulit putih, ada yang kulit merah seperti orang Indian, ada yang kulit kuning dari Cina atau dari Jepang menajdi satu melebur bersama jutaan umat Islam dari seluruh dunia.

Ketika melaksanakan tawaf, setiap orang berkeliling ka’bah, kita melihat warna kulit yang bermacam-macam, kita mendengar segala macam bahasa. Semua disatukan disatukan tuhan dalam satu aqidah, satu kepercayaan “Lailaha Ilallah” Tiada Tuhan melainkan Allah.

Umat Islam yang berjumlah jutaan, mengesan di dalam hati bahwa bilangan kita di dunia ini tidak kecil, kadang-kadang kita menghadapi bermacam-macam ujian, tetapi ujian itu justru akan menguatkan iman kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bahwa intisari dari ibadah haji adalah wukuf di padang Araffah . Waukuf artinya berhenti atau tertegun di Araffah sejak dari tergelincirnya matahari sampai waktu ashar habis pada hari berikutnya.

Terbayang dalam mata kita, beribu-ribu kemah terpasang di tengah lapang yang sangat luas dan suara mendengung ke langit “Labbaik Allah humma labbaik, Labbaik la syarika laka labbaik,
Innal hamda Wan-ni’mata Laka walmulk Laa sharika lak., Tuhanku aku datang memperkenankan panggilanmu Ya Ilahi, tak ada sekutumu dari yang lain, segala puji-pujian, segala nikmat  yang Ku turunkan, segala kerajaan dan kekuasaan hanyalah kepunyaan Engkau. Ini mendengung di seluruh Padang Araffah.

Disitulah kita merasakan, bagaimana nikmat hati kita sebagai muslim menyerahkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan yang mencengangkan lagi yang mengharukan lagi saat mengerjakan wukuf, pakaian yang dikenakan hanya sehelai selendang melekat di badan yang diselempangkan dari sebelah kiri dengan bahu sebelah kanan terbuka, serta sama sekali tidak boleh dijahit.

Di padang Araffah dengan pakaian ihram yang dikenakan, mencerminkan kesetaraan. Setiap orang, apakah dia seorang raja yang datang dari sebuah negeri yang besar atau presiden dari satu republik yang besar, atau dia seorang jenderal dengan bintang empat yang telah menang dalam berbagai peperangan, atau dia menteri dari satu kabinet yang kuat dan stabil pemerintahannya, atau dia seorang penyapu jalan, atau dia seorang tani yang datang dari dusun yang jauh yang baru sekali itu melihat kota Jakarta dan sekali itu melihat kota Jeddah sesudah itu dia tidak melihat lagi ketika ila dia pulang kampung, semua pakaian yang kenakan sama.

Ketika itu semua sama, mereka semua berdoa kepada Allah, “Ya Rabb aku telah datang ke tempat ini, Ya Rabb ampunilah segala dosaku, Ya Rabb jarak antara aku dengan Engkau tidak jauh lagi, terimalah doaku, kabulkanlah permohonanku,  dan cintaku padaMu meresap kedalam hatiku”. Ini yang dirasakan apabila kita wukuf di Araffah.

Sebab itu Nabi Muhammad SAW mengatakan,”Alhajju Araffah”, inti haji adalah Araffah. Kalau tidak dapat berkumpul di Araffah pada tanggal 9 hari bulan Dzulhijah itu bukan haji namanya.

Setiap orang sebelum mengerjakan haji berdebar jantung mereka, apakah amalan yang akan dikerjakan sah? apakah saya akan diterima tuhan?  apakah saya mengerjan syarat dan rukun ibadah haji ini tidak sempurna? ini pertanyaa ketika sebelum per hajigi.

“Ibadah haji tidak sesukar sebagaimana yang dipikirkan seperti dalam tulisan banyak syarat yang kita susah memikirkannya, ujar Al-Marhum Buya Hamka.

Menurutnya, kita mudah mengerjakan ibadah haji sama seperti mengerjakan wudhu. Di dalam mengerjakan wudhu, demikian dikatakannya, mestilah wudhu itu mempunyai rukun yang terdiri dari niat; membasuh muka;  membasuh tangan; menyapu kepala dan membasuh kaki serta tertib. Begitu pula mengerjakan haji, ternyata setelah dikerjakan rupanya mudah sehingga semua orang yang baru naik haji ingin kembali naik haji untuk yang kedua dan seterusnya. (Adz/rujukan berbagai sumber)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>