Published On: Ming, Sep 17th, 2017

Anggota Brimob Pelaku Kekerasan Wartawan Antara Dihukum 21 Hari

Share This
Tags

Jakarta, cakrabuananews.com – Ricky Prayoga seorang wartawan Antara mendapatkan perlakuan kekerasan dari seorang anggota Brimobyang sedang berjaga di lokasi JCC. Pada tanggal 18 Mei 2017 Yoga bertugas meliput turnamen Indonesia Terbuka 2017 dan pada saat hendak menuju ATM Yoga mendapatkan kekerasan berupa “pemitingan” dari salah seorang anggota Brimob.

Atas perbuatan anggotaBrimob tersebut, Ricky Prayoga didampingi Kuasa Hukum dari LBH Pers dan KontraStelah melaporkan tindak pidana penganiayaan tersebut di ke SPKT Polda MetroJaya. Laporan tersebut diterima dengan nomor laporan :TBL/3147/VII/2017/PMJ/Dit.reskrimum tertanggal 06 Juli 2017.

Sebelum pelaporan penganiayaan tersebut, pihak Provos Satuan Brimob telah melakukan penyidikan terhadap pelanggaran disiplin oleh salah satu anggotanya yaitu Bharatu Adam Nasution dan Ricky Prayoga pun sempat diperiksa sebagai saksi korban oleh penyidik provos.

Pada Selasa 15 Agustus 2017,Kepala Detasemen Gegana telah menggelar Sidang Disiplin dengan di pimpin oleh Komisaris Polisi Suliyanto. Dan hasil sidang menyatakan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diajukan dalam sidang disiplin, terduga pelanggar cukup bukti melakukan pelanggaran disiplin dengan melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat negara, pemerintah atau Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dalam Pasal 5 huruf a PPRINo.2 tahun 2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara RepublikIndonesia. Dan kemudian pimpinan Sidang memutuskan hukuman berupa: Penempatandalam tempat khusus paling lama 21 hari. Setelah dikonfirmasi oleh salahsatu pengacara LBH Pers mengenai arti penempatan dalam tempat khusus, pihakpenyidik menjelaskan bahwa penempatan dalam tempat khusus sama saja dalamtahanan. Keputusan sidang disiplin tersebut tertuang di dalam Keputusan SidangDisiplin Nomor: Kep/01/VIII/2017/Den G.

Direktur LBH Pers Nawawi Bahrudin mengapresiasi pihak Kepolisian Republik Indonesia khususnya pada Satuan Brimob Detasemen Gegana Polda MetroJaya yang telah memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. Dan keputusan tersebut patut dijadikan contoh baik untuk penegakan disiplin anggota kepolisian, karena bagaimanapun juga, Polisi yang dicintai masyarakat adalah polisi yang ramah melayani masyarakat. Dan kami kami juga berharap peristiwa seperti ini tidak terulang kembali, agar kelak ke depannyaaparat penegak hukum dan insan pers bisa bersinergi dalam membangun demokrasidi Indonesia. (adz)

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>