Published On: Sel, Okt 10th, 2017

Eggi Sudjana Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Share This
Tags

Jakarta, cakrabuananews.com – Rekaman vidio viral pernyataan Eggi Sudjana di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 2 Oktober 2017 menuai kontroversi. Sejumlah aktivis, Ormas, dan Tokoh Masyarakat, pada Jumat (6/10/2017) mendatangi Bareskrim Polri guna melaporkan Eggi yang dinilai telah mengeluarkan pernyataan berpotensi konflik sara, ujaran kebencian serta berpotensi sebagai tindakan penistaan agama.

Norman alias Kanjeng Pangeran Hadinegoro, salah seorang pelapor menilai ucapan Eggi saat menterjemahkan sila pertama Pancasila, bahwa diluar Islam tidak boleh di Indonesia, adalah salah.

“Ketuhanan Yang Maha Esa (versi Eggi) yang tadi itu, gak ada”. Katanya.

Lebih lanjut menurut Norman, yang dimaksud Sila Pertama Pancasila adalah seluruh warga negara Indonesia harus percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Ketuhanan Yang Maha Esa yang dimaksud oleh Pancasila adalah orang Indonesia harus percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, agama apapun dia, dulu jaman nenek moyang kita, sebelum masuk agama-agama lain, sudah ber-Tuhan”. Papar Norman

Norman mengatakan bahwa dirinya beserta rombongan, datang ke Bareskrim membawa saksi dan alat bukti berupa rekaman pernyataan Eggi, untuk diproses lebih lanjut.

“Saya membawa saksi 3 orang yang kejadian di TKP, lalu bawa Vidio (dalam) Flasdisk”. Ungkapnya.

Ketika ditanyakan awak media apakah ada hubungan dengan sikap Eggi yang selama ini selalu mengkritisi pemerintah, Obor Panjaitan, salah seorang Inisiator yang juga praktisi media, membantah hal tersebut, Ia mengatakan bahwa hak tersebut tidak ada kaitannya.

“Kita gak sampai kesana mas, saya sebagai penginisiasi, kita tidak ingin melebar-lebarkan, Kita melaporkan ini, menempuh jalur hukum ini justru untuk meredam reaksi balik dari publik, itu saja tujuan kita. Disini sudah potensi penistaan agama, berpotensi juga pelanggaran ujaran-ujaran kebencian jadi kita tidak mau tarik kesana kemari”. Ungkapnya

Obor juga mempercayakan sepenuhnya penanganan laporan tersebut kepada pihak penyidik agar dapat ditindak lanjuti.

“Terlepas nanti terbukti apa tidaknya potensi Egi melakukan penistaan agama, itu nanti biar penyidik yang menetapkannya, seperti itu jadi kita ditanyakan ke sana kemari, tidak ada kepentingan ksana, hanya untuk meredam reaksi publik”. Pungkas Obor.

Eggi dilaporkan Drs.Norman Sophian SE dan rekan-rekan terkait beberapa pasal yaitu ; Pasal 45 a ayat (2) dan atau pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE Jo pasal 156 a KUHP. (yameen)

 

 

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>