Published On: Sab, Jul 21st, 2018

Serikat Pekerja Protes Aset Pertamina Mau Dijual

Share This
Tags

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), menggelar aksi demo di depan kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).

Mereka menolak penjualan aset PT Pertamina dan menolak akuisisi PT Pertagas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

“Bu Rini kami menuntut CSPA (Conditional Sales and Purchase Agreement) itu segera dibatalkan, tolak akuisisi. Sinergi kami mau, tapi akuisisi kami tolak mati-matian,” ujar seorang orator dengan pengeras suara dari atas mobil pick up.

“Jangan kau hancurkan Pertamina, kami ada untuk Ibu Pertiwi bukan Ibu Rini atau Ibu Nyai. Ibu tidak ikut membesarkan Pertamina, para senior kami lah yang membesarkan Pertamina, jadi jangan menjual Pertamina,” tegasnya.

Terlihat juga, ada beberapa, masa pekerja masuk ke dalam Kementrian BUMN dengan didampingi oleh Kepolisian.

Seperti diketahui, lebih dari seribu pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) melakukan aksi demo. Salah satunya soal penjualan aset Pertamina hingga menolak akuisisi Pertagas oleh PGN. Para pekerja Pertamina beralasan akuisisi tersebut tidak disertai kajian yang komprehensif dan berdampak pada adanya transfer profit secara bottom line kepada asing.

Perusahaan Gas Negara sebelumnya mengumumkan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) ke PGN. Integrasi itu dilakukan melalui proses pengambilalihan saham Pertagas yang dimiliki Pertamina, dengan total nilai sebesar Rp16,6 triliun atau setara dengan 51 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Pertagas.

Merespon aksi protes itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, “Baca betul surat saya. Dalam surat saya katakan tolong dikaji kemungkinan aksi korporasi Downshare pada WK (Wilayah Kerja) yang dimiliki Pertamina. Saya juga tegaskan bahwa kendali harus tetap ada di Pertamina,” kata Rini ketika menemui massa aksi unjuk rasa dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FSPP) di depan gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/7).

Rini menegaskan tak ada penjualan aset ‘ataupun ‘ persetujuan penjualan aset dalam surat yang bikin heboh itu. Akan tetapi, Rini meminta Pertamina tetap mempertahankan aset-aset strategis di sektor hulu sebagai pemegang kendali.

Rini memastikan pihaknya selalu fokus berupaya menyehatkan keuangan BUMN sehingga kuat dalam jangka waktu yang lama. Mengingat kondisi keuangan Pertamina yang sedang mengalami kontraksi akibat naiknya harga minyak dan fluktuasi rupiah.

“Tanggung jawab saya adalah bagaimana Pertamina terus sehat 100 tahun ke depan dan terus mengawal tugasnya sebagai BUMN yang menjalankan fungisnya sebagai agen pembangunan dan bisa terus sehat dan tumbuh” ungkap Rini.

Rini juga menambahkan, rencana aksi korporasi Pertamina yang disulkan kepada pemerintah tersebut memberi peluang bagi Pertamina untuk mengundang strategic partner yang memiliki keunggulan dalam teknologi dan bisnis di bidang energi.
Dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, Pertamina juga bisa mendapatkan nilai tambah, baik dari segi teknologi, perluasan pasar dan networking bisnis. Pertamina yang saat ini sudah menjadi induk BUMN migas adalah 100% milik negara sehingga harus didukung bersama agar mampu menjadi agent of development yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, bangsa dan negara.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>