Published On: Sel, Jul 31st, 2018

Ahed al-Tamimi… Sang Ikon perlawanan Palestina

Share This
Tags

Ahed al-Tamimi, 17 tahun, ditemani oleh ibunya Nariman a-Tamimi (tengah-ki) berbicara kepada media setelah bebas dari penjara Israel, di Kota Nabi Saleh, Ramallah, Tepi Barat pada 29 Juli 2018. (Issam Rimawi – Anadolu Agency)

Cakrabuananews – Ikon protes Palestina Ahed al-Tamimi akhirnya dibebaskan dari penjara Israel setelah dibui selama delapan bulan karena menampar seorang tentara Israel.

Gadis Palestina berusia 17 tahun ini diringkus oleh pasukan Israel pada Desember, setelah video dirinya menampar seorang tentara yang menggeledah rumahnya untuk menangkap saudara laki-lakinya menjadi viral.

Pada Maret, pengadilan Israel menjatuhkan hukuman delapan bulan penjara kepada al-Tamimi dengan dakwaan “menyerang” tentara Israel.

Lahir pada 31 Januari 2001 di Kota Nabi Saleh, sebelah barat Ramallah yang berada di Tepi Barat, al-Tamimi besar di sebuah keluarga yang turun-temurun menjadi aktivis perlawanan pendudukan Israel selama puluhan tahun.

Beberapa anggota keluarganya, termasuk orangtua dan saudara-saudara lelakinya, telah berulang kali ditangkap oleh pasukan Israel karena perlawanan mereka terhadap invasi Israel di tanah Palestina.

Pamannya, Rushdie al-Tamimi, ditembak mati oleh pasukan Israel di Kota Nabi Saleh pada 2012.

Bibinya, Bassima al-Tamimi, tewas pada 1993 setelah dipukuli oleh seorang polisi Israel saat menghadiri sidang putranya di pengadilan Israel, kata keluarganya.

Ahed al-Tamimi kecil mengepalkan tinjunya kepada pasukan Israel saat protes di Ramallah, Palestina, pada 2 November 2012. (Qais Abusamra – Anadolu Agency)

Sejak kecil, al-Tamimi yang kini duduk di bangku sekolah menengah atas, mengikuti demo mingguan di kotanya untuk menentang pendudukan Israel dan pembangunan permukiman di wilayah pendudukan.

Dalam protes-protes ini, remaja Palestina ini tak takut mengkonfrontasi dan meneriaki para tentara Israel, menunjukkan bahwa dia tak gentar menghadapi pasukan tentara pendudukan.

“Ahed menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan kami sehari-hari, dia sudah biasa menghadapi peluru karet dan gas air mata,” kata pamannya, Naji al-Tamimi, kepada Anadolu Agency.

“Alih-alih memiliki masa kanak-kanak yang normal, dia menyaksikan penangkapan orangtuanya dan kematian paman dan bibinya di tangan Israel,” lanjut Naji.

Ikon perlawanan

Al-Tamimi sendiri sudah pernah terlibat dalam beberapa konferensi dan festival pro-Palestina di dalam dan luar Palestina, seperti di Turki, Prancis dan Afrika Selatan.

Sejak penahanannya, remaja Palestina ini menjadi simbol perlawanan Palestina menentang pendudukan Israel.

Dukungan demi dukungan terus mengalir untuk al-Tamimi. Salah satunya dari dua pelukis graffiti Italia yang membuat mural wajahnya di atas dinding pemisah Kota Bethlehem.

Kedua pelukis tersebut dilaporkan ditangkap oleh pasukan Israel karena lukisan tersebut.

Setelah bebas dari penjara Israel pada Minggu lalu, al-Tamimi bersumpah akan terus melanjutkan perjuangan Palestina menentang pendudukan Israel.

“Rakyat Palestina akan terus berjuang untuk melawan pendudukan Israel,” ujar al-Tamimi kepada media setelah pembebasannya diumumkan.

“Pendudukan ini harus berakhir dan penahanan [Israel] tidak akan menyurutkan perjuangan kami,” imbuh gadis 17 tahun ini.

Pada 2012, al-Tamimi dianugerahi Penghargaan Keberanian Hanzala oleh Kota Basaksehir di Istanbul karena keberaniannya menentang tentara Israel yang mengangkap saudara laki-lakinya.

Kala itu, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan (kini presiden Turki) dan istrinya sudah menunjukkan dukungan mereka kepada al-Tamimi dengan menemui gadis itu di Istanbul. (Anadolu Agency)

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>