Published On: Kam, Agu 2nd, 2018

Kebijakan Represif Cina Terhadap Muslim Uighur

Share This
Tags

Xingjiang, Cakrabuananews – Rezim Komunis Tiongkok yang menguasai Turkistan Timur mengeluarkan aturan yang melarang Muslimah Uighur mengenakan rok panjang.

Menurut organisasi  Documenting Oppression Against Muslims (DOAM) pada 13 Juli 2018 yang dirilis oleh organisasi Muslim Council of Hong Kong di situs mereka. Polisi Xingjiang memotong gaun para Muslimah Uighur yang lewat di tengah jalan dengan alasan bahwa rok mereka terlalu panjang.

Insiden ini merupakan yang terbaru setelah Rezim Komunis Tiongkok memaksa Muslim Uighur makan daging Babi, melarang mereka berpuasa di bulan Ramadhan, membuat gadis-gadis muda tidak memakai jilbab atau laki-laki dari memelihara janggut, memaksa mereka untuk menjual alkohol dan banyak lebih banyak penindasan serupa dan penyiksaan mental lainnya.

Perempuan Muslim Uighur juga dipaksa menikah dengan laki-laki bukan Islam Cina karena laki-laki Uyghur sengaja dikirim ke kamp konsentrasi. Kebijakan putus asa ini disinyalir merupakan salah satu upaya Cina untuk membersihkan Muslim Uighur secara perlahan.

Keberadaan bangsa Uighur dicatat oleh sejarah sejak berabad-abad silam. Pada awal abad ke-20 etnis bangsa ini mendeklarasikan kemerdekaan mereka dengan nama Turkestan Timur. Namun pada tahun 1949, Mao Zedong mencaplok wilayah ini. Sejak saat itu Muslim Uighur di bawah Kekuasaan Cina. (Adz)

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>