Published On: Sel, Agu 7th, 2018

MUI: Vaksin Measles Rubella Masih Syubhat

Share This
Tags

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai vaksin Measles Rubella (MR) status kehalalannya masih belum jelas. Karenanya MUI  masyarakat muslim hati-hati dalam menggunakan vaksinasi ini.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, mengatakan bahwa MUI sangat mendukung program vaksinasi karena Islam itu mengajarkan preventif dan melakukan vaksinasi adalah bagian dari preventif penyakit.

“Kalau dari kami kan mengimbau jangan mengkonsumsi ke tubuh kita hal-hal yang haram, dan menghindari sesuatu yang haram masuk ke tubuh kita. Karena itu masih pemberian (vaksin) masih subhat, hendaknya dijauhi. Bagi kita itu artinya harus berhati-hati,” ujar Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis, (Senin) (5/8/2018).

Cholil Nafis menyebutkan hasil pertemuan antara MUI dan Kemenkes melahirkan beberapa poin, diantaranya MUI memberikan rekomendasi untuk dilakukan vaksinasi akan tetapi dengan bahan-bahan yang halal, sementara Vaksin MR belum mendapat sertifikasi halal. Masih kata Cholil, Kemenkes bertekad akan segera mengajukan kepada MUI untuk dilakukan audit sertifikasi halal vaksin MR tersebut.

“Keputusan sementara, orang yang masih peduli dengan halal haram Muslim khususnya berhak untuk menolak untuk tidak divaksinasi Measles Rubella,” jelasnya.

Cholil kembali menegaskan bahwa saat ini vaksin MR belum mendapatkan sertifikasi halal. Olehnya, apabila tersebar informasi bahwa Vaksin MR halal itu merupakan informasi yang tidak benar. Ia juga berpesan kepada masyarakat khususnya Umat Islam agar menjauhi perkara-perkara yang belum jelas halal haramnya seperti vaksin MR.

Sebelumnya, pada Jumat, MUI telah bertemu dengan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Direktur Utama Bio Farma sebagai importir vaksin MR yang diproduksi oleh Serum Institut of India (SII) membahas langkah lanjutan atas keluhan sebagian masyarakat tentang kehalalan vaksin MR.

Tiga pihak tersebut membuat empat kesepakatan di antaranya, Menkes dan Dirut PT Biofarma akan segera mengajukan sertifikasi produk vaksin MR dan permohonan fatwa tentang pelaksanaan imunisasi MR.

Menteri Nila, atas nama negara akan mengirim surat ke SII untuk memberikan dokumen terkait bahan-bahan produksi vaksin dan akses untuk auditing untuk dapat dilakukan pemeriksaan halal.

Komisi Fatwa, atas permintaan Kemkes akan segera membahas dan menetapkan fatwa tentang imunisasi MR dengan menggunakan vaksin MR produk SII dalam waktu secepatnya.

Terakhir, Menteri Nila menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen, dan penetapan fatwa MUI. “Sementara untuk masyarakat yang tidak memiliki keterikatan tentang kehalalan atau kebolehan secara syar’i, tetap dilaksanakan.

Editor :Dzul

 

 

 

 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>