Published On: Sen, Sep 30th, 2019

Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi Demo Saat Pelantikan Anggota DPRD Provinsi Kalbar

Share This
Tags

Pontianak, CakrabuanaNews – Demonstrasi mahasiswa di kota Pontianak Kalimanatan Barat berlanjut setelah sebelumnya pada 25 September 2019. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Barat (Kabar) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Propinsi Kalimantan Barat, Senin 30 september 2019.

Aksi ribuan mahasiswa ini masih terkait penolakan beberapaRancangan Undang Undang (RUU) kontroversial yang akan disahlan oleh pemerintah bersama DPR RI.

Pada saat yang sama di dalam gedung DPRD Kalbar sedang berlangsung pelantikan anggota DPRD Kalbar terpilih priode 2019 – 2024.

Sebanyak 65 anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih diambil sumpah dan janjinya. Ratusan kerabat dan sanak saudara para anggota DPRD terpilih telah memadati Kantor DPRD Kalbar.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat yang baru dilantik hari ini, Senin (30/9), berkomitmen mendukung tuntutan mahasiswa yang berunjuk rasa depan halaman gedung DPRD Kalbar di Pontianak. Hal itu disampaikan Edy R Yacoub, Wakil Ketua Sementara DPRD Kalimantan Barat, saat menemui ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa. .

ADVERTISEMENT

Edy membacakan pernyataan sikap DPRD Kalbar tersebut didampingi Ketua Sementara DPRD Kalbar, Minsen, dan Kepala Kepolisian Daerah Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono.

“Kami, DPRD Provinsi Kalimantan Barat, dengan ini menyatakan akan berkomitmen untuk mengawal dan menyampaikan persoalan-persoalan di Kalimantan Barat yang dituntut oleh aliansi mahasiswa dan pemuda Kalbar Menggugat, serta memberikan mosi tidak percaya kepada anggota DPR RI yang mengesahkan revisi UU KPK,” kata Edy. ‘

Edy menyatakan pihaknya juga mendorong pihak terkait untuk berani memberikan sanksi tegas berupa mencabut izin dan mempidanakan korporasi yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.

“Kami juga meminta pihak penegak hukum untuk segera membebaskan para petani atau peladang yang tidak terbukti melakukan pembakaran lahan,” katanya.

Sementara itu, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam orasi yang disampaikan oleh perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) masing-masing, terkait dengan situasi dan kondisi negara ini yang sedang tidak baik-baik saja, menuntut Presiden Joko Widodo menghapus pasal-pasal RUU KUHP yang memukul mundur demokrasi di Indpnesia.

Selain itu, dari diantara tuntutan-tuntutan lainnya, mahasisiwa mendesak anggota DPRD Provinsi Kalbar yang terpilih untuk bekerja maksimal dan serius meperjuangkan kepentingan rakyat.  

Dalam aksi demonstrasi tersebut, ratusan personil kepolisian dari Polda Kalbar diterjunkan tampak berjaga di sekitar gedung DPRD untuk mengamankan jalannya pelantikan.

Aparat kepolisian dilengkapi perisai dan pentungan. Beberapa unit mobil watercanon juga disiagakan menjaga pengamanan pelantikan. (AKM )

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>