Published On: Kam, Okt 10th, 2019

Mengapa Turki ingin menyerang wilayah Kurdi di timur laut Suriah

Share This
Tags

Ankara, CakrabuanaNews – Suku Kurdi adalah sebuah kelompok etnis ti Timur Tengah yang sebagian besar menghuni di suatu daerah yang kemudian dikenal sebagai Kurdistan, meliputi bagian yang berdekatan dari  Iran, Irak, Suriah dan Turki.

Orang-orang Kurdi merupakan mayoritas di wilayah otonomi Kurdistan Irak dan kelompok minoritas yang signifikan di negara-negara tetangga seperti Turki, Suriah, dan Iran, di mana gerakan-gerakan nasionalis Kurdi terus memburu otonomi lebih besar.

Jumlah orang Kurdi sekitar 30 juta, dengan jumlah ethnis sebesar itu, bangsa Kurdi  berjuang menuntut kemerdekaan.

Turki telah menyebut pasukan Kurdi sebagai teroris, sebagai sayap Partai Pekerja Kurdistan yang menginginkan wilayah Kurdi yang merdeka dari Turki  dan telah diperangi sejak tahun 1984.

Bagi kebanyakan orang di Amerika Serikat, Eropa dan Australia, suku Kurdi di Suriah utara dikenal sebagai pejuang garis depan dalam pertempuran untuk mengalahkan kelompok teroris ISIS.

Partai Pekerja Kurdistan dengan kekuatan Pasukan Demokrat Suriah yang berhasil melawan IS dalam pertempuran Kobane berhasil menghentikan kemajuan menakutkan kelompok ISIS di Suriah. Dengan dukungan kekuatan udara Amerika Serikat berhasil menyerbu bagian terakhir dari kekuatan ISIS pada bulan Maret tahun ini.

Jadi mengapa Turki sekarang ingin menyerang Suriah utara dan mengusir kelompok-kelompok Kurdi?

Pada dasarnya, Turki mengatakan pasukan Kurdi sendiri adalah teroris. Sebagian besar unit di Pasukan Demokrat Suriah berasal dari “Unit Perlindungan Rakyat” Kurdi, atau YPG.

Turki mengatakan YPG adalah kepanjangan tangan Suriah dari gerakan nasionalis Kurdi, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok teroris yang terdaftar di Turki, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Australia.

“Tidak ada perbedaan, mereka memiliki ideologi yang sama, tujuan politik yang sama,” kata pensiunan Brigadir Jenderal Angkatan Darat Turki Nejat Eslen sebagaimana dilaporkan ABC.

Sementara itu, Pasukan Turki telah melancarkan serangan terhadap sejumlah daerah di pedesaan timur laut Hasaka, Suriah di mana Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi berada.

Kantor berita Suriah, SANA, hari Selasa (8/10) mengatakan bahwa serangan menargetkan sebuah situs dekat Simalka, koridor tidak resmi di perbatasan antara Suriah dan Irak dan Tal Tawil di pedesaan daerah al-Malkiya di mana milisi Qasad (SDF) diposisikan.

Akibat serangan Turki, para pemimpin Kurdi sedang mempertimbangkan untuk bermitra dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dalam menghadapi serangan Turki di Suriah timur laut.

“Kami sekarang mencari semua opsi untuk mencegah serangan Turki, termasuk berkomunikasi dengan Moskow dan Damaskus jika ada kekosongan Amerika,” kata seorang pejabat Kurdi Suriah dalam wawancara dengan media Arab Saudi, Al Arabiya.

Kemungkinan kerja sama itu ada, karena keduanya pernah bekerja sama melawan kelompok Negara Islam (ISIS) di wilayah yang dikuasai SDF.

Serangan Turki kepada kelompok Kurdi di Suriah dimungkinkan setelah Amerika Serikat mengumumkan penarikan pasukannya dari wilayah itu.

Turki telah lama berencana menyerang SDF di Suriah, karena dinilai mempunyai hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berjuang melawan Turki untuk kemerdekaan Kurdi.

Selain itu, menurut Reuters, Turki bermaksud mengusir pasukan Kurdi dari Suriah timur laut dan menciptakan ruang untuk memukimkan kembali dua juta pengungsi Suriah yang saat ini berada di Turki.

SDF, dengan bantuan pasukan koalisi pimpinan AS, bertahun-tahun berjuang untuk mendapatkan tanah di Suriah utara dan timur dengan melawan ISIS.

Presiden AS, Donald Trump, menghadapi kritik kers dari dalam negeri, karena dinilai meninggalkan Kurdi.

“Kami mungkin sedang dalam proses meninggalkan Suriah, tetapi kami sama sekali tidak Abaikan Kurdi, yang adalah orang-orang khusus dan pejuang yang hebat,” kata Trump dalam akun tweeternya.

Sebelumnya, Trump  mengancam akan benar-benar menghancurkan dan melenyapkan perekonomian Turki, jika Turki mengambil tindakan yang dianggapnya “terlarang.”

Suku Kurdi adalah kelompok etnis yang hidup terutama di Suriah utara dan Irak, Iran barat, dan Turki timur. Mereka bangsa yang terpisah di beberapa negara dan tidak memiliki negara.

Kurdi dijanjikan memiliki negara mereka sendiri setelah Perang Dunia I oleh sekutu Barat, tetapi janji itu tidak dipenuhi setelah negara modern Turki didirikan pada tahun 1923.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>