Published On: Kam, Okt 24th, 2019

Prabowo, Dulu Rival Sekarang Jadi Anak Buah Jokowi Mendapat Sorotan Media Asing

Share This
Tags

CakrabuanaNews – Media-media internasional ternama seperti The Guardian dan BBC News dari Inggris, serta Sydney Morning Herald dar i Australia menyoroti soal pengangkatan Prabowo Subianto sebagai menteri pertahan oleh Presiden Joko Widodo.   

The Guardian Inggris mengangkat judul ‘Hari gelap untuk hak asasi manusia’: Subianto ditunjuk sebagai menteri pertahanan Indonesia.

Dalam laporannya The Guardian menyoroti pengangkatan Prabowo Subianto dianggap telah menyebabkan keresahan di antara banyak pendukung Joko Widodo.

Bukan tanpa alasan, kegelisahan publik pada Subianto yang sebelumnya memegang kekuasaan atas angkatan bersenjata. Seorang eks menantu mendiang diktator Suharto, Subianto dituduh mengatur penculikan dan penyiksaan terhadap para aktivis menjelang demonstrasi anti-pemerintah pada tahun 1998 ketika itu ia adalah seorang komandan tentara. Dia tidak pernah didakwa sehubungan dengan dugaan insiden tersebut.

Menjelang pengangkatan Subianto, Usman Hamid, eksekutif Amnesty International Indonesia, mengatakan “itu akan menjadi hari gelap bagi hak asasi manusia di negara ini” jika ia mendapatkan pekerjaan pertahanan.

Kampanye pemilu yang diperebutkan antara Subianto dan Widodo diwarnai oleh banjir informasi yang keliru. Namun sejak hasilnya diumumkan, pasangan itu muncul bersama di depan umum, dengan Subianto mengatakan pada hari Senin bahwa partainya, Gerindra, “siap membantu jika diminta” untuk memperkuat kabinet pemerintahan koalisi presiden.

Sementara itu , laman berita BBC menurunkan tulisan yang memberitakan Pengamat politik Greg Fealy dari Australian National University menyatakan pengangkatan Prabowo kontroversial dan yang paling mengejutkan karena kedua belah pihak bersaing ketat sebelumnya.

“Menurut saya sangat kontroversial dan banyak calon lain untuk posisi yang bisa membawa angkatan bersenjata ke arah yang diperlukan Indonesia dalam kondisi strategi di Asia tenggara yang lebih tidak stabil, dari situ, pengangatan ini sangat disayangkan,,” kata Greg kepada BBC Indonesia.

“(Pengangkatan Prabowo) sangat diperhatikan oleh media, diplomat, akademisi, karena rekor Prabowo di Timor Leste, penculikan mahasiswa pada 1998, itu sudah banyak pelanggaran HAM, sudah terbukti, saya kira pasti kontroversial,” kata Greg.

Ia juga mengatakan negara-negara lain mengamati langkah Jokowi ini dengan pragmatis.

“Mungkin untuk pemerintah luar negeri punya sikap yang pragmatis dan mereka mengamati keputusan Jokowi mengangkat Prabowo sebagau Menhan. Jadi kalau Prabowo ingin ke negara mereka mungkin tak ada hambatan lagi, tapi Prabowo jelas jadi topik diskusi di kalangan internasional,” tambahnya.

Prabowo sendiri pernah ditolak masuk Amerika Serikat pada 2014 setelah dicantumkan dalam daftar hitam karena latar belakang pelanggaran HAM.

Eks komandan jenderal Kopassus ini pernah menjadi komandan salah satu group di Timor Leste pada 1978-1979.

Pada masa reformasi, Prabowo juga banyak dituding terlibat dalam penculikan aktivis.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengatakan Prabowo dipilih sebagai menteri pertahanan karena kompetensinya di bidang pertahanan.

Saat mengumumkan nama Prabowo sebagai menteri pertahanan, Jokowi mengatakan, “Saya kira, tugas beliau saya tidak usah menyampaikan, beliau lebih tau daripada saya,” kata Jokowi.

Dalam pada itu,  The Sydney Morning Herald menurunkan laporan, Prabowo Subianto dan partai gerindranya yang awalnya menolak untuk menerima kemenangan Joko Widodo yang mencapai 55 hingga 45 persen.

Kerusuhan pecah, sembilan orang tewas dan bekas jenderal militer yang kalah dengan catatan hak asasi manusia yang dipertanyakan itu mengklaim kecurangan pemilih sistematis, meskipun tantangan hukumnya gagal membuktikan klaim-klaim ini di Mahkamah Konstitusi.

Rekan post-doktoral Universitas Nasional Singapura Sana Jaffrey mengatakan bahwa dalam demokrasi apa pun, oposisi memainkan peran penting sehingga “penghapusan oposisi secara sistematis adalah masalah besar”.

“Anda memiliki sistem yang stabil, tetapi Anda tidak mendapatkan banyak reformasi. Di Indonesia ada kecenderungan untuk menyingkirkan oposisi, Anda membawa orang masuk sehingga mereka tidak membuat masalah,” katanya.

Alih-alih membuat tugas mendorong melalui undang-undang lebih sederhana, aliansi yang diperluas dapat menghambat reformasi seperti yang terjadi pada masa jabatan kedua Yudhoyono karena kebutuhan untuk menjaga koalisi bersama.

Dari sembilan partai yang terpilih menjadi anggota Parlemen yang beranggotakan 575 orang, beberapa partai oposisi termasuk Gerindra Prabowo dan Demokrat Yudhoyono sepertinya akan bergabung dengan koalisi Joko.

Itu akan membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang agak Islamis duduk sendirian di oposisi dan hanya memegang 50 dari 575 kursi di parlemen.

Banyak yang akan bergantung pada apakah Prabowo yang berusia 68 tahun melihat lima tahun ke depan sebagai kesempatan untuk mundur dari panggung politik dengan anggun setelah tersingkir dari kursi kepresidenan dan wakil presiden pada tahun 2004, 2009, 2014 dan 2019 . Atau akan menjadi platform baginya maju kembali pada tahun 2024.

Peneliti Human Rights Watch Indonesia Andreas Harsono mengatakan naiknya Prabowo ke kabinet mengingatkan bahwa Indonesia belum belajar tentang hari-hari tergelap mereka, memiliki seseorang seperti Prabowo, tidak hanya sebagai anggota kabinet tetapi juga mencalonkan diri sebagai presiden selama dekade terakhir”.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>