Published On: Sel, Nov 5th, 2019

Jokowi Beri Tenggat Waktu Kapolri Ungkap Kasus Novel Baswedan Desember

Share This
Tags

Jakarta, CakrabuanaNews – Sumber berita tempo.co memberitakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku memberi tenggat waktu kepada Kapolri yang baru ditunjuk, Jenderal Polisi Idham Azis untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan.

 “Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember,” kata Jokowi dalam kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

Masa kerja tim teknis kasus Novel berakhir pada Kamis, 31 Oktober 2019. Sejumlah pihak mendesak tim teknis yang semula dipimpin Idham Azis ini mengumumkan temuan mereka kepada publik.

Tim teknis kasus Novel dibentuk pada awal Agustus lalu dengan melibatkan 120 personel kepolisian. Tim diberi waktu tiga bulan hingga akhir Oktober untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel. Namun hingga hari ini, Polri belum mengungkap hasil temuan tim tersebut.

Sebelumnya, Polri juga telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang bekerja dalam kurun Januari hingga 7 Juli 2019. Namun, tim bentukan Tito Karnavian, Kapolri saat itu, tak berhasil mengungkap pelaku dan aktor penyerangan terhadap Novel.

Kasus ini bermula saat dua orang tak dikenal menyiram air keras kepada Novel pada 11 April 2017. Saat penyidik KPK itu pulang salat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Serangan itu diduga terkait dengan kiprah Novel menangani perkara korupsi kakap di KPK.

Air keras itu mengenai mata Novel, menyebabkan kerusakan 95 persen di mata kiri dan membuat mata kanannya harus memakai hard lens untuk membantu penglihatan.

Adapun Novel Baswedan sebelumnya menyayangkan Presiden Jokowi yang masih menunggu hasil tim teknis Polri.”Sekarang ini sudah sekian lama. Presiden mau bicara apa lagi beliau?” tuturnya.

Sementara, terkait hal ini, Novel Baswedan menilai Polri berani tidak melaksanakan perintah Presiden Jokowi 

Ia pesimistis tim teknis Polri bisa mengungkap kasus ini. Novel sudah memprediksi kegagalan Polri mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya sejak empat bulan setelah penyerangan. Karena itu ia kembali menyebut pentingnya pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). “Ini sudah seperti yang saya prediksi empat bulan setelah kejadian. Saya bilang memang tidak akan bisa terungkap, makanya perlu dibentuk TGPF.” 

Menurut Novel, jika Presiden saja perintahnya tidak dilaksanakan, lalu siapa lagi yang mau didengar perintahnya? Ia menyayangkan sikap Presiden Jokowi yang menunggu hasil tim teknis Polri. Kasus itu sudah berlalu dua tahun lebih dan masih belum ada kabar mengenai tertangkapnya pelaku. “Sekarang ini sudah sekian lama.” 

Tim teknis Polri yang dibentuk pada 1 Agustus lalu seharusnya telah menyelesaikan tugasnya pada 31 Oktober 2019. Tapi sampai berakhirnya waktu tiga bulan yang diberikan Jokowi, kepolisian tak juga mampu mengungkap pelaku teror Novel.

Polri menyebut tim teknis yang menangani teror penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, masih bekerja. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan tim menemukan sejumlah hal yang signifikan dalam pengungkapan kasus.

“Tidak bisa kami bongkar di sini karena itu sangat tertutup dalam proses pengungkapan kasus ini,” kata Iqbal melalui siaran pers, Kamis malam, 31 Oktober 2019. Tim teknis ini bekerja untuk menindaklanjuti temuan tim gabungan Polri yang dibentuk pada Januari lalu. Hasil kerja tim gabungan ini adalah menemukan tiga orang yang patut dicurigai terlibat kasus teror Novel.

Novel Baswedan adalah lulusan akademi polisi tahun 1998. Pada tahun 2007, mabes Polri menugaskan pria kelahiran Semarang, 42 tahun silam ini ke KPK.

Novel memilih meninggalkan Korps Bhayangkara dan menjadi penyidik tetap KPK sejak 2014. Sejumlah kasus besar yang pernah ia tangani di antaranya, kasus korupsi bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan kasus suap eks Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Pada tahun 2017, dua orang tak dikenal menyiram wajah Novel baswedan dengan air keras. Kejadian ini menyebabkan mata Novel Baswedan nyaris buta. Dua tahun berlalu, polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyerangan.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>