Published On: Jum, Nov 8th, 2019

Demonstran Oposisi Bolivia Seret Wali Kota Dan Cukur Paksa Rambut Serta Siram Cat Ke Tubuhnya

Share This
Tags

La Paz, CakrabuanaNews – Sumber Berita BBC Indonesia memberitakan, seorang wali kota di Bolivia diseret ke jalanan tanpa alas kaki, disiram dengan cat merah, dan rambutnya dicukur paksa oleh para demonstran oposisi.

Setelah beberapa jam, wali kota bernama Patricia Arce itu diserahkan kepada kepolisian Kota Vinto.

Kejadian itu adalah peristiwa terkini dalam rangkaian bentrokan antara pendukung pemerintah dan kubu oposisi setelah pemilihan umum pada 20 Oktober lalu.

Setidaknya sebanyak tiga orang telah meninggal dunia.

Apa yang terjadi?

Sekelompok demonstran antipemerintah memblokade jembatan Vinto, sebuah kota kecil di Provinsi Cochabamba, sebagai bagian dari demonstrasi yang menentang hasil pemilihan presiden pada 20 Oktober lalu.

Pada saat bersamaan, rumor menyebar di kalangan masyarakat bahwa dua demonstran oposisi telah dibunuh dalam bentrokan dengan para pendukung presiden petahana, Evo Morales.

Kerumunan demonstran yang marah kemudian menuju balai kota.

Para pemrotes menuduh sang wali kota, Patricia Arce, mengerahkan pendukung presiden guna membubarkan blokade di jembatan. Arce juga dituding berperan dalam kematian dua demonstran oposisi. Belakangan diketahui satu orang yang dikonfirmasi meninggal dunia.

Di tengah pekikan “pembunuh”, beberapa pria bertopeng menyeretnya ke jalan tanpa alas kaki menuju jembatan.

Di sana Arce dipaksa berlutut. Para demonstran kemudian mencukur rambutnya dan menyiramnya dengan cat merah. Mereka juga memaksa perempuan tersebut menandatangani surat pengunduran diri.

Beberapa jam kemudian, Arce diserahkan ke polisi yang kemudian membawanya ke klinik.

Kantor wali kota dibakar dan jendela-jendela balai kota dihancurkan.

Siapa yang tewas?

Sosok yang tewas dalam bentrokan antara pendukung Presiden Morales dan pendukung kubu oposisi diketahui seorang mahasiswa berusia 20 tahun, Limbert Guzmán Vasquez.

Sejumlah dokter mengatakan Guzmán Vasquez mengalami keretakan pada bagian tengkorak yang mungkin disebabkan alat peledak.

Dia adalah orang ketiga yang tewas sejak bentrokan kedua kubu pecah pada 20 Oktober.

Apa yang melatari bentrokan?

Ketegangan berlangsung di Bolivia sejak malam pemilu ketika hasil perhitungan—tanpa alasan yang jelas—tertunda selama 24 jam.

Peristiwa itu memunculkan kecurigaan pendukung kandidat oposisi, Carlos Mesa. Mereka menuduh hasil pemilu telah dicurangi sehingga Morales, yang telah berkuasa sejak 2006, bisa bertahan lima tahun ke depan.

Hasil pemilu akhirnya keluar dan Morales dinyatakan sebagai pemenang dengan unggul 10% suara pada putaran pertama.

Para pengamat pemilu dan Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) mengungkapkan keprihatinan mereka. OAS kini menjalankan sebuah audit terhadap pemilu Bolivia.

Akan tetapi, Mesa menolak audit tersebut dengan alasan langkah itu ditempuh tanpa masukan dari dirinya dan partainya.

Morales menuduh Mesa melancarkan kudeta dan pendukung kedua kubu baku hantam di La Paz dan kota-kota lainnya.

Sementara itu di Mexico, masih menurut laporan BBC pada 10 Oktober lalu, seorang wali kota di Meksiko bagian selatan dipaksa keluar dari kantor, kemudian diikat ke mobil dan diseret oleh penduduk setempat yang marah.

Insiden ini berhenti setelah polisi melakukan campur tangan dan wali kota bernama Jorge Luis Escandon Hernandez tersebut dilaporkan tidak mengalami cedera yang mengkhawatirkan.

Ini adalah serangan kedua warga, yang sebagian besar dikenal sebagai petani, yang menuntut wali kota memenuhi janji kampanye memperbaiki jalan-jalan setempat.

Wali kota dan politikus setempat di Meksiko sering kali menjadi sasaran gang narkoba ketika mereka menolak mendukung kejahatan mereka, tetapi tidaklah umum bagi mereka diserang terkait janji kampanye.

Escandon mengatakan dia akan menuntut karena “telah diculik dan berusaha dibunuh”.

Video yang direkam orang-orang yang ada di luar kantor wali kota memperlihatkan sekelompok laki-laki menariknya keluar gedung dan memaksa dia ke bagian belakang kendaraan.

Rekaman CCTV memperlihatkannya diseret, terikat tangannya ke bagian belakang mobil di sepanjang jalan Santa Rita yang merupakan bagian dari Las Margaritas.

Puluhan petugas polisi dikerahkan untuk menghentikan kendaraan dan menyelamatkan wali kota. Beberapa orang cedera dalam perkelahian antara polisi dan warga yang menculik wali kota.

Empat bulan lalu sekelompok laki-laki menggerebek kantornya, tetapi mereka tidak menemukannya.

Menjelang pemilihan wali kota di Las Margaritas, Escandon ditangkap karena diduga terlibat dalam perkelahian dengan pendukung lawan politiknya.

Dia dibebaskan karena kurang bukti.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>