Published On: Jum, Nov 8th, 2019

Sejarah Runtuhnya Tembok Berlin, Momentum Bersatunya Rakyat Jerman

Share This
Tags

Berlin, CakrabuanaNews – Tembok Berlin dibangun oleh rezim komunis Jerman Timur pada tahun 1961 untuk mencegah orang-orang menyeberang ke Berlin Barat.

Kebijakan reformasi eks pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev di tahun 1980-an dan ketidakpuasan yang tumbuh dengan rezim komunis di Jerman Timur berkembang menjadi gerakan protes yang memicu penghancuran Tembok Berlin pada 1989.

Dalam memperingati 30 tahun runtuhnya tembok Berlin pada hari Rabu 6 November 2019, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg yang didampingi Duta Besar Hans-Dieter Lucas yang mengepalai Delegasi Permanen Jerman untuk blok militer menghadiri acara peringatan di markas NATO di Brussel, Belgia.

Sekjen NATO, yang dikutif dari Anadolu Agency,  mengatakan Tembok Berlin adalah “bekas luka” di wajah Eropa.

Sebagaimana dirilis wikipedia, Tembok Berlin adalah sebuah tembok pembatas terbuat dari beton yang dibangun oleh regim Republik Demokratik Jerman atau disebut Jerman Timur yang memisahkan Berlin Barat dan Belin Timur serta daerah serta daerah Jerman Timur lainnya sehingga membuat Berlin Barat sebuah enklave atau semacam daerah kantong.

Sebagaimana mengutip IDN Times, Abad ke-19 dan ke-20 adalah periode perubahan yang sangat besar dalam sejarah manusia. Salah satunya adalah efek dari berakhirnya Perang Dunia II yang mengubah tatanan negara-negara dunia, salah satunya adalah Jerman.

Kekalahan mereka di Perang Dunia II memberikan sebuah perubahan signifikan di mana negara itu terbagi menjadi dua, Jerman Barat dan Jerman Timur. Satu simbol pemisahnya adalah tembok Berlin yang bertahan kurang lebih 30 tahun sebelum dihancurkan sebagai tanda bersatunya kembali rakyat Jerman. Berikut ini adalah fakta-faktanya.

1. Jerman kalah di Perang Dunia II, wilayahnya pun jatuh kepada musuh

Perang Dunia II merupakan perang terbesar yang pernah terjadi karena melibatkan banyak negara dan melibatkan hampir 100 juta manusia. Perang global ini berlangsung mulai dari tahun 1939 hingga 1945, di mana menciptakan dua kubu besar yaitu kubu sekutu yang diisi oleh Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan lainnya, sedangkan kubu Poros diisi oleh Jerman, Jepang, Italia dan lainnya.

Dalam perang ini, Jerman harus mengalami kekalahan yang mengakibatkan wilayahnya dibagi-bagi oleh sekutu. Inggris, AS, dan Uni Soviet sepakat untuk membagi Jerman dan Berlin di antara mereka.

Awalnya, Jerman dibagi menjadi zona Soviet, AS, Inggris, dan Prancis, tetapi zona Inggris dan Amerika bergabung pada tahun 1947. Kemudian Prancis setuju untuk bergabung pada tahun 1949, dan Republik Federal Jerman pun dibentuk.

2. Lahirnya Republik Demokratik Jerman alias Jerman Timur

Setelah Inggris, Amerika Serikat dan Perancis bersatu membentuk Republik Federal Jerman yang beraliran liberal-kapitalis, Uni Soviet menjadikan zonanya beraliran komunis dan mendirikan Republik Demokratik Jerman.

Pada tahun 1949, Jerman pun resmi terbagi menjadi dua negara merdeka yang berbeda, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Di dalam kesepakatan ini, terlahir pendeklarasian yang berbunyi:

Jerman Barat dideklarasikan tanggal 23 Mei 1949 dengan Kanselir pertamanya Konrad Aedenauer dari Republik Federal

Jerman Jerman Timur dideklarasikan tanggal 7 Oktober 1949 dengan Presiden pertamanya Walter Uricht dari Republik Demokratik Jerman

3. Rakyat Jerman Timur lakukan eksodus, pemerintah membangun tembok pembatas

Banyak rakyat Jerman yang tidak setuju dengan terpecahnya negara mereka. Terutama rakyat Jerman Timur yang tak ingin menganut sistem pemerintahan komunis. Apalagi perkembangan ekonomi yang lebih pesat di Jerman Barat membuat mereka semakin menderita dan ingin berpindah.

Puncaknya terjadi pada tahun 1950 ketika standar hidup Jerman Barat yang semakin baik. Sejarah kemudian mencatat sepanjang 11 tahun dari 1945 hingga 1961, hampir dua juta rakyat Jerman Timur menyebrang ke Jerman Barat.

Akibatnya, ekonomi Jerman Timur pun semakin memburuk dan menambah ketegangan antara Soviet dengan negara-negara Barat. Untuk mengatasi hal ini, Jerman Timur pun kemudian mendirikan tembok Berlin untuk mencegah. 

4. Tembok Berlin, benteng raksasa pemisah negara bersaudara

Tembok Berlin resmi dibangun oleh Jerman Timur pada tanggal 13 Agustus 1961. Tembok ini awalnya hanya berupa kawat berduri memanjang 100 mil yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat. Namun beberapa hari kemudian, pembatas mulai dibangun dengan sebuah dinding permanen dengan kawat berduri di atasnya.

Seiring berjalannya waktu, tembok Berlin semakin diperkuat dengan dinding kedua dari beton yang memanjang 155 km dengan tinggi 4 meter. Tak hanya itu, di sepanjang dinding tersebut juga dibangun 300 menara pengawas yang dipersenjatai senapan otomatis, serta pagar sinyal untuk mendeteksi para penyebrangan perbatasan.

5. Perlawanan rakyat Jerman Timur: demonstrasi besar-besaran hingga hancurnya tembik Berlin

Pada pertengahan tahun 1989, terjadi sebuah perubahan politik radikal di kawasan blok timur. Pengaruh komunis Soviet semakin melemah di negara-negara kekuasaannya. Salah satunya adalah terjadinya reformasi Hungaria, yang mengakibatkan dihancurkannya perbatasan fisik antara Austria dan Hungaria.

Hal ini kemudian mengakibatkan banyak warga Jerman Timur melakukan eksodus besar-besaran ke Jerman Barat melalui Hungaria. Kekacauan pun terjadi karena mereka melakukan aksi pendudukan kantor-kantor kedutaan Jerman Barat di negara-negara Eropa Timur seperti Praha.

Pemerintahan Jerman Timur pun bereaksi keras dengan pernyataan jika rakyatnya tersebut adalah kaum kriminal dan pengkhianat, dan tidak membutuhkan orang-orang seperti itu. Pemerintah bahkan akan menyediakan kereta api bagi mereka yang ingin pergi ke Jerman Barat.

Pernyataan ini justru semakin menyulut kemarahan mayoritas rakyat Jerman Timur. Mereka pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung hingga dua bulan. Puncaknya adalah tanggal 4 November 1989, saat setengah juta demonstran berkumpul di Alexanderplatz memprotes pernyataan pemerintah yang disebut sebagai aksi damai.

6. Akhir dari tembok Berlin, simbol bersatunya kembali rakyat Jerman

Akibat situasi yang semakin kacau dan desakan dari pemimpin Soviet, pimpinan Jerman Timur saat itu, Erich Honecker mengundurkan diri pada 18 Oktober 1989 dan digantikan oleh Egon Krenz.

Efek dari gerakan demonstrasi rakyat tak berhenti di situ.. Pada tanggal 7 November 1989 terjadi pengunduran diri besar-besaran para anggota kabinet Jerman Timur. Sehari kemudian, pemerintahan yang baru pun menghapuskan peraturan pembatasan tembok Berlin.

Pembatas pun dibuka dan jutaan rakyat berbondong-bondong melewati perbatasan tembok Berlin pada tanggal 9 November 1989. Momen tersebut pun menjadi awal bersatunya kembali rakyat Jerman. Mereka bahkan memberanikan diri untuk menghancurkan tembok Berlin.

Seiring waktu, rakyat terus melakukan penghancuran tembok Berlin. Puncaknya pada tanggal 13 Januari saat tembok tersebut dihancurkan oleh pemerintah Jerman Timur. Aksi ini pun menjadi awal reunifikasi atau penyatuan kembali Jerman Timur dan Jerman Barat menjadi satu negara.

Itulah beberapa fakta menarik hancurnya tembok Berlin yang menjadi simbol persatuan kembali rakyat Jerman usai kekalahan di Perang Dunia II.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>