Published On: Kam, Nov 21st, 2019

Malaysia Mengutuk Keputusan AS Terkait Pemukiman Ilegal Israel

Share This
Tags

Sumber berita Anadolu Agency melaporkan, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengecam keras perubahan sikap Amerika Serikat yang kini menyetujui permukiman Israel di wilayah pendudukan Palestina.

Mahathir mengatakan sikap Amerika adalah bentuk absurditas yang sama saja melegalkan perampasan tanah bangsa Palestina oleh Israel.

“Hal ini sama saja tidak aman bagi kita, ketika ada sebuah negara yang ingin masuk ke negara kita dan membangun wilayah pemukiman yang dianggap sah. Kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Mahathir dalam rilisnya pada Selasa.

Mahathir khawatir sikap Presiden AS Donald Trump akan semakin mengukuhkan dominasi pasukan Israel, yang saat ini sedang melakukan pembunuhan masal di Gaza, yang korbannya antara lain anak-anak.

“Anda mengumumkan bahwa permukiman ilegal mereka (Israel) tidak ilegal pada saat mereka melakukan serangan yang tidak adil terhadap Gaza … Bukankah itu mendorong mereka untuk terus membunuh anak-anak dan warga sipil dan mereka tidak akan mendapatkan hukuman,” tukas Mahathir.

Sebaliknya, kata Mahathir, Israel malah mendapatkan hadiah dengan mendirikan pemukiman ilegal di atas tanah orang-orang mereka bunuh.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB pada Selasa menegaskan kembali posisinya dengan mengatakan pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum internasional.

Pernyataan penegasan itu dikeluarkan oleh PBB karena AS membuat pernyataan yang mengubah kebijakan mereka yang memandang permukiman Israel di Tepi Barat sebagai ilegal.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin mengumumkan pemerintah AS tidak lagi memandang pemukiman Israel yang dibangun di Tepi Barat sebagai ilegal.

“Sebagai Sekretariat PBB, kami terus setia pada posisi lama bahwa kami menegaskan permukiman Israel telah melanggar hukum internasional,” ungkap Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, dalam konferensi pers.

“Perubahan dalam posisi kebijakan satu negara tidak mengubah hukum internasional yang ada, atau interpretasinya oleh Mahkamah Internasional dan Dewan Keamanan,” tutur dia.

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini hidup di 100 permukiman lebih yang dibangun sejak 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina menginginkan Tepi Barat – bersama dengan Jalur Gaza – sebagai daerah negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.

Sementara itu dalam perkembangan lain, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, rezim zionis Israel telah melakukan serangan udara yang menargetkan militer Iran dan Suriah di dalam wilayah Suriah.

Israel menyebut serangan itu sebagai tindak balasan untuk roket yang ditembakkan kearahnya sehari sebelumnya.

Setidaknya dua warga sipil tewas dan beberapa lainnya cedera dalam serangan udara Israel semalam di pinggiran ibukota Suriah, Damaskus, demikian menurut media pemerintah Suriah SANA.

Menurut SANA, sebuah rumah di kota Sasa, barat daya Damaskus, terkena serangan rudal pada hari Rabu pagi, yang mengakibatkan penghancuran bangunan dan kematian dua warga sipil.

Setidaknya tiga orang lainnya menderita luka-luka pecahan bom dan sedang dirawat di rumah sakit di dekatnya, kata SANA, yang juga mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa pertahanan udara Suriah mampu menghancurkan sebagian besar rudal yang ditembakkan ke Damaskus sebelum mereka mencapai target mereka.

Sebelumnya, jurubicara militer Israel Letnan Kolonel Avichay Adraee mengatakan jet tempur telah mengenai beberapa sasaran milik Pasukan Quds elit – sayap negeri dari Pengawal Revolusi Iran (IRGC) – dan tentara Suriah, termasuk rudal permukaan ke udara, gudang senjata dan pangkalan militer.

Militer Israel mengatakan sistem pertahanan misilnya telah menembak jatuh empat roket dari Suriah ke Israel pada hari Selasa dan memperingatkan akan terus “beroperasi dengan kuat dan selama diperlukan” terhadap kehadiran Iran di Suriah.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>