Published On: Sab, Nov 23rd, 2019

Membongkar Konspirasi Teknologi Pemusnah Massal HAARP

Share This
Tags

Informasi dari pangkalan Angkatan Laut Rusia mengatakan gempa Haiti tidak murni bencana alam, melainkan hasil dari uji coba ‘pemicu gempa’ yang disiapkan Amerika untuk berikutnya menyerang sasaran Iran bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan di negera tersebut.

Armada Rusia mengklaim mengetahui hal itu, berdasarkan pantauan terhadap gerakan marinir Amerika serikat di Karibia sejak tahun 2008, ketika AS mengumumkan ingin membangun kembali armada keempatnya.

Presiden Venezuela, Hugo Chaves, kala itu  menuding Amerika Serikat menggunakan Haiti sebagai dalih untuk menduduki negara itu. Caranya dengan mengirimkan tentara dengan dalih membantu korban gempa.

Beberapa sumber juga  berspekulasi gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang mengguncang Provinsi Sichuan, Cina pada 12 Mei 2008 juga diakibatkan hal yang sama.

Bagaimana Dengan Tsunami Aceh 2004 Lalu?

Teori konspirasi mengatakan,bahwa bencana tsunami yang meluluhlantakkan Aceh dan beberapa negara di Samudera Hindia yang menelan korban jiwa lebih dari 200 ribu orang tewas itu, juga bukan murni bencana alam. Disinyalir tsunami berkekuatan 23.000 bom atom itu sengaja diciptakan oleh Amerika Serikat.

Para penganut teori konspirasi mengatakan Amerika Serikat melakukan itu untuk mengalihkan perhatian orang dari topik perang Irak. Memang tak ada bukti otentik yang menguatkan dalil ini, namun ternyata banyak juga orang yang mempercayainya. Anda percaya? 

Apa itu HAARP ?

Teori konspirasi yang beredar mengatakan gempa-gempa tersebut adalah bagian dari uji coba HAARP (High Ferquency Active  Auroral Reasearch Program). Selain dituding bisa menyebabkan gempa, HAARP juga dihubungkan dengan anomali cuaca yang dapat mengakibatkan banjir,kekeringan, dan badai.

HAARP, merupakan suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Proyek penelitian HAARP dimulai pada tahun 1993. Salah satu stasiun bumi HAARP milik Amerika ada di Alaska.

HAARP “menembakkan” gelombang radio frekuensi dari yang sangat rendah hingga yang sangat tinggi keatas atmosfir. Salah satu efeknya akan mempengaruhi ionosfir dan stratosfir menjadi hangat, menciptakan awan dan merubah iklim dunia.

Jika diubah dengan frekuensi lainnya, maka gelombang radio frekuensi tersebut dapat terpantul oleh ionosfir dan kembali lagi ke Bumi untuk menciptakan gempa bumi atau bahkan dapat mempengaruhi pikiran manusia. Dan masih ada beberapa kemampuan HAARP lainnya.

Salah satu stasiun HAARP ada di Alaska yangt terdiri dari 360 antena. Masing-masing antena menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000 watt.


Dan jika semua antena ini dinyalakan secara bersama-sama, maka akan menghasilkan 3,6 juta watt hingga milyaran watt.

Gelombang radio tersebut dipancarkan ke atas, ke lapisan luar atmosfir. Efeknya akan membuat atmosfir lapisan teratas menjadi hangat dan dapat membuat awan.

Pusat operasionalisasi HAARP berada di sebuah fasilitas milik Angkatan Udara AS dekat Gakona, Alaska, yang bernama HAARP Research Station. Instrumen terpenting dalam penelitian HAARP adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), yaitu suatu radio pemancar frekuensi sangat rendah namun berdaya tinggi.

Semenjak penemuan frekuensi rendah kemudian digunakan juga untuk frekuensi tinggi dengan menembakkan atmosfir, maka HAARP otomatis dapat juga untuk kepentingan lainnya. Misalnya sebagai teknologi mutahir, sebagai senjata pemusnah maal yang kekuatannya lebih dahsyat dari bom atom.

Mengapa demikian?

Pertama, Haarp dapat mengubah keadaan atmosfir

Dengan pancaran HAARP yang menggunqakan frekwensi tinggi (HF)  akan berfungsi mengubah cuaca dengan mengkondensasikan atau mengembunkan udara, salah-satunya adalah untuk membuat awan.

Frekwensi HF tersebut, melalui antena ditembakkan” ke atas, kearah lapisan stratosfir dan ionosfir yang berada di atmosfir bagian atas. Sehingga membuat lapisan atmosfir kondisinya menjadi lebih hangat dan dapat menghasilkan butiran-butiran air yang nantinya akan menjadi awan-awan hujan.

Banyak tidaknya awan yang tercipta tergantung dari lama-tidaknya HAARP diaktifkan dan juga berapa besar kuat Watt yang akan ditembakkan ke lapisan atas atmosfir.

Selama ada angin, maka akan tercipta awan lurus panjang dan kadang berbentuk ular. Begitu panjangnya awan berisi butiran air ini hingga mengelilingi Bumi. Saintis menyebutnya seperti “sungai diangkasa”.

Kedua, Radio Frekuensi (Radio Wave) Dapat Menciptakan Gempa

HAARP juga disinyalir dapat pula menciptakan gempa dengan menembakkan frekuensi ke arah angkasa. Teknologi ini semakin berkembang sejak tahun 60-70an. Russia dan Cina juga termasuk yang lebih dulu memiliki teknologi HAARP ini.

Frekuensi demi frekuensi dicoba dari mulai yang rendah LV atau VLF dan juga frekuensi tinggi HF, VHF, UHF, dan lainnya.

Gelombang radio tersebut kemudian dapat masuk ke tanah hingga ke kerak Bumi. Bahkan kekuatan gelombang HAARP bisa menembus mantel Bumi lebih jauh dari dalamnya samudera.

Akibat efek dan cara itu maka kepadatan dan materi di dalam tanah di wilayah tersebut akan terguncang. Apalagi jika diwilayah itu memang terletak di patahan yang tak stabil.

Apa yang terjadi berikutnya? Terjadi gempa! Maka beberapa gempa di laut juga dapat memicu Tsunami!

Ketiga, HAARP dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku Manusia

Frekuensi Sangat Rendah dapat menggerakkan lempeng Bumi yang tidak stabil. Bahkan, Frekuensi Sangat Rendah dapat mempengaruhi otak manusia dan menjadikannya perilaku manusia tersebut menjadi tidak logis pada di suatu kawasan yang menjadi target HAARP.

Efek dari Frekuensi Sangat Rendah terhadap otak dapat bermacam-macam. Mulai dari tak bersemangat, berhalusinasi, tidak logis, mudah terpengaruh bahkan hingga menjadi agresif dan gila.

Dengan adanya frekuensi HAARP yang disamakan dengan gelombang otak, maka akan terjadi keributan disuatu wilayah tertentu, pemberontakan, kudeta, perang dan berdampak sosial lainnya.

Oleh karena itulah, Frekuensi Sangat Rendah pada masa kini benar-benar dibutuhkan oleh negara-negara ”koboy” yang maju agar berguna untuk mengatur dunia dengan satu komando (New World Order).

Disinyalir, teknologi ini dikembangkan saat manusia ingin mengetahui apa itu “hantu”. Dan menurut ilmu pengetahuan, ternyata hantu adalah halusinasi manusia dikala otak terkena gelombang frekuensi sangat rendah.

Oleh karenanya, maka terjadilah distorsi informasi oleh indera manusia. Selama info itu dikirim oleh otak yang telah terkena frekuensi sangat rendah tersebut lalu diterima indera manusia, maka hasilnya akan berbeda.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>