Published On: Ming, Des 1st, 2019

Irak Perintahkan Penangkapan Komandan Yang Memerintahkan Pembunuhan Demonstran

Share This
Tags

Baghdad, CakrabuanaNews – Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi pada hari Kamis telah memecat komandan militer yang ia kirim pada hari sebelumnya untuk “memulihkan ketertiban” ke kota selatan yang dilanda protes setelah tindakan keras di sana menewaskan 22 pengunjuk rasa.

Pada hari Ahad,  Media-media Irak megabarkan, para pengunjuk rasa di Dhi Qar terus memblokir jalan, Sementara kantor berita Irak melaporkan bahwa di kota Nasiriyah terlihat tenang, menambahkan bahwa pengunjuk rasa kembali ke alun-alun al-Haboubi di pusat kota.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Irak, pada hari Ahad, mengadakan pertemuan darurat yang diketuai oleh Mohammed al-Halbousi membahas situasi terbaru di provinsi Dhi Qa, terutama pembantaian Nasiriyah.

Sumber-sumber Al Arabiya dan al-Hadath menjelaskan bahwa parlemen juga akan membahas undang-undang pemilu, menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi. Sesi ini juga diharapkan menangani kesalahannya dalam masalah Dhi Qar.

Pemecatan pemerintah Irak hanya dapat dilakukan dengan persetujuan mayoritas dari parlemen, setelah itu presiden mengambil peran perdana menteri sampai pengganti ditemukan.

Anda saat ini sedang menyaksikan berita di channel berita Cakrabuananews, berita selanjutnya

Pasukan keamanan melepaskan tembakan ke pengunjuk rasa di Baghdad dan Najaf

Para pejabat Irak mengatakan dua pengunjuk rasa telah ditembak mati dan sedikitnya 26 orang terluka di Baghdad dan Irak selatan dalam kerusuhan yang berlanjut setelah Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi mengumumkan bahwa ia bermaksud mengundurkan diri.

Para pejabat mengatakan setidaknya 11 pengunjuk rasa terluka di dekat Jembatan Ahrar Baghdad ketika pasukan keamanan menembakkan amunisi langsung dan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.

Para pengunjuk rasa berusaha membongkar barikade yang mencegah mereka menyeberangi jembatan yang mengarah ke Zona Hijau yang dijaga ketat, tempat sebagian besar gedung pemerintah dan kedutaan asing berada.

Kabinet Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengadakan sesi darurat pada hari Sabtu untuk membahas pengunduran diri Abdul-Mahdi dan menyetujui pengunduran diri staf kunci.

Para ahli mengatakan parlemen harus menyetujui pengunduran diri Abdul Mahdi agar valid.

Pejabat keamanan dan rumah sakit mengatakan dua demonstran selanjutnya tewas dan 15 lainnya cedera pada hari Sabtu dini hari oleh pasukan keamanan yang menembakkan peluru tajam ke arah mereka di kota Najaf, di Irak selatan.

Protes anti-pemerintah telah mencengkeram Irak sejak 1 Oktober, ketika ribuan turun ke jalan-jalan di Baghdad dan selatan yang didominasi penganut Syiah.

Komisi Hak Asasi Manusia semi-resmi Irak mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan para pengunjuk rasa harus dibawa ke pengadilan dan bahwa mereka akan mengumpulkan bukti untuk penuntutan.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>