Published On: Ming, Des 15th, 2019

Ozil Kritik Umat Muslim Yang Abaikan Penderitaan Orang Uighur

Share This
Tags

Pemain bola Mesut Ozil mengkritik umat Muslim tak berbuat apa-apa mengenai penganiayaan China terhadap komunitas Uighur di Xinjiang.

“Al-Quran dibakar. Masjid ditutup. Pesantrean dilarang. Ulama tewas satu per satu. Meskipun demikian, umat Islam tetap diam,” tulis pemain klub Arsenal itu di akun Instagram-nya, seperti dikutip Anadolu Agemcy.

“Tidakkah mereka tahu bahwa menutup mata terhadap penganiayaan adalah salah satu bentuk penganiayaan itu sendiri?” tambah dia.

Sementara itu, Penyataan Ozil ditanggapi oleh netizen China karena ikut mengomentari konflik etnis minoritas Uighur di Negeri Tirai Bambu itu.

Dalam pernyataan tersebut, Ozil juga menyebut etnis Uighur sebagai “East Turkistan”. Beberapa warganet dan penggemar sepak bola di China tidak sependapat dengan pernyataan pria berkebangsaan Jerman tersebut.

The GuardianĀ melaporkan, pihak Arsenal harus mengeluarkan pernyataan resmi terkait pernyataan Ozil. Klub menilai statemen Ozil merupakan pandangan pribadi dan tidak berhubungan dengan Arsenal.

“Konten yang diterbitkan Ozil merupakan pendapat pribadi. Sebagai klub sepak bola, Arsenal memegang teguh prinsip tidak melibatkan diri dalam politik,” demikian pernyataan resmi Arsenal.

Ini bukan kali pertama Ozil terlibat dalam masalah sosial dan politik. Dukungannya terhadap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah memicu kontroversi dan akhirnya memutuskan mundur dari timnas Jerman.

Sejauh ini, Ozil menjadi pemain Arsenal kedua yang dalam beberapa hari ini mendapat sorotan karena megunggah pandangan politik di media sosial. Pada Kamis lalu, Hector Bellerin, membuat pernyataan dan poling terbuka di Twitternya.

“Para pemuda di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk mengubah masa depan dunia. Hari ini adalah kesempatan bagi semua rakyat Inggris untuk memengaruhi masa depan Anda dan mereka yang tinggal di sini. #F**kBoris #GoVote,” tulis Bellerin.

Otoritas China telah mengimplementasikan kebijakan represif terhadap Uighur dan melanggar hak-hak mereka.

Wilayah Xinjiang di China adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur.

Hingga saat ini, sekitar tujuh persen dari populasi Muslim di Xinjiang atau sebanyak satu juta jiwa dipenjara di kamp-kamp.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan bulan September lalu, Human Rights Watch menuding pemerintah China melancarkan “kampanye pelanggaran HAM sistematis” terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>