Published On: Sel, Des 17th, 2019

Waspadai Penyebaran Anak Kobra!

Share This
Tags

Fenomena kemunculan anak ular kobra di permukiman warga terus berlanjut. Hampir setiap hari warga di berbagai daerah menemukan anak ular kobra. Bahkan, tak sedikit induk kobra yang ditemukan keluar dari habitatnya.

Menurut peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Penegtahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, fenomena ini wajar terjadi di awal musim hujan. “Awal mula musim hujan adalah waktu menetasnya telur ular dan ini merupakan siklus alami,” kata Amir, Ahad (15/12) seperti dikutip republika.

Ia menjelaskan, ular kobra Jawa menghuni tipe habitat seperti perbatasan hutan yang terbuka, sabana, persawahan, dan pekarangan. Ular berukuran rata-rata 1,3 meter dan dapat mencapai ukuran panjang 1,8 meter. Sekali bertelur, ular kobra jawa betina menghasilkan 10 hingga 20 butir telur. Telur-telur tersebut akan menetas dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan. Telur kobra diletakkan di lubang-lubang tanah atau di bawah serasah daun kering yang lembap.

Tempat dengan suhu hangat dan lembap cenderung disukai ular untuk menetaskan telur. Hampir semua jenis ular, termasuk induk ular kobra, pada periode tertentu akan meninggalkan telur-telurnya dan membiarkan mereka menetas sendiri. “Begitu menetas, anak kobra akan menyebar ke mana-mana,” kata dia. Amir mengingatkan, meski masih bayi, ular kobra sudah memiliki kelenjar yang dapat membahayakan manusia.

Seorang pedagang di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Wagiman (43) tahun, hingga kini masih harus menjalani rawat inap di RSUD Kota Depok karena terkena gigitan anak ular kobra. Wagiman bahkan sempat pingsan saat digigit anak ular kobra pada Kamis (12/12).

Direktur RSUD Kota Depok Asloe’ah Madjri mengatakan, ada tiga warga yang dirawat karena menjadi korban gigitan anak ular kobra. Salah satunya adalah Wagiman. Dua korban lain yang merupakan warga Bogor hanya dirawat jalan.

“Kami sudah siapkan obat suntik anti-bisa ular (ABU) gratis karena itu obat yang masuk kategori program. Kondisi korban warga Depok harus dirawat inap karena telat penanganannya. Saat ini, tinggal pemulihan,” kata Asloe’ah, Ahad (15/12).

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>