Published On: Ming, Des 22nd, 2019

Erdogan MengatakanNegara-negara Islam Perlu Evaluasi Diri

Share This
Tags

Sumber berita Anadolu Agency melaporkan – Selain bicara soal Pakistan dan Indonesia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negara-negara Muslim memiliki potensi yang besar tetapi konflik internal, peperangan, kebodohan, keterbelakangan ekonomi, dan intervensi asing membuat mereka tak dapat berkembang

Usai melakukan kunjungan ke Jenewa untuk menghadiri Forum Pengungsi Global, Erdogan bertolak ke Malaysia guna menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad di Kuala Lumpur.

Di penghujung kunujungannya ke Malaysia, Kamis kemarin, Erdogan menjawab serangkaian pertanyaan dari para wartawan, serta memberikan penilaian terkait isu mutakhir.

Presiden Erdogan mengatakan pertemuan yang dihadiri oleh Turki, Malaysia, Qatar dan Iran itu membahas masalah yang dihadapi dunia Islam sekaligus mencari solusinya.

Indonesia dan Pakistan tidak hadir

Seorang wartawan melontarkan pertanyaan kepada Erdogan, “Bagaimana pandangan Anda terkait ketidakhadiran Pakistan dan Indonesia di KTT Kuala Lumpur yang berada di bawah tekanan Arab Saudi?”

” Sikap pemerintahan Arab Saudi dan Abu Dhabi seperti itu bukanlah pertama kali mereka lakukan”, jawab Presiden Erdogan.

Dia mengatakan Indonesia dan Pakistan pada awalnya merencanakan untuk hadir ke dalam pertemuan tersebut, namun dia menyayangkan dua negara itu tidak bisa hadir.

Erdogan melanjutkan bahwa dirinya menganggap Arab Saudi telah menekan Pakistan.

“Sekarang begini, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sudah berjanji kepada Pakistan terkait Bank Sentral-nya. Tetapi di luar semua itu, ada empat juta warga Pakistan yang bekerja di Arab Saudi,” tutur erdogan.

Erdogan menuturkan Arab Saudi mengancam Pakistan untuk memulangkan warganya.

“Saudi mengatakan, “Kami akan memulangkan warga Pakistan-, sebagai gantinya dapat mengambil orang-orang dari Bangladesh’.”

Selain itu, lanjut Erdogan, berkaitan dengan Bank Sentral Pakistan.

Menurut Erdogan, Pakistan harus mengurungkan niatnya untuk hadir dalam pertemuan di Kuala Lumpur karena adanya ancaman dari luar yang dapat memberikan masalah yang serius terhadap ekonominya.

“Arab Saudi dan UEA mengatakan ‘Kami akan menarik uang kami’ dan sebagainya, dan Pakistan yang sedang mengalami masalah ekonomi serius pada titik ini harus ambil sikap yang berbeda,” ujar Presiden Erdogan.

Sementara Indonesia sebenarnya pada awalnya akan mengirim wakil presiden, namun kemudian akhirnya tidak jadi mengirim, lanjut dia.

“Alhamdulillah, Arab Saudi,  tidak bisa mengetuk pintu kami. Ini tentang pendirian. Dengan rahmat Allah, pintu-pintu akan terbuka ketika kita berpendirian,” kata Erdogan menambahkan.

“Negara-negara Islam perlu evaluasi diri”

Erdogan mengajak umat Islam di dunia untuk mengevaluasi diri, mengapa dunia Islam tidak seperti dahulu yang sempat menjadi simbol ilmu pengetahuan, filsafat, budaya, seni dan kejayaan.

“Negara-negara Islam memiliki potensi besar di setiap bidang, tetapi kita tidak dapat mengembangkan potensi ini karena konflik internal, peperangan, kebodohan, keterbelakangan ekonomi, dan intervensi asing.”

“Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah ini? Kita harus bertanya-tanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan tulus,” tutur dia.

Erdogan menekankan negara-negara Islam perlu mengevaluasi diri mereka sendiri karena keterbelakangan negara-negara Islam tak akan memberikan manfaat kepada siapa-siapa.

Terkait resolusi KTT Kuala Lumpur, Erdogan mengatakan negara yang berpartisipasi telah menentukan beberapa target untuk mereka sendiri dan hubungan ke-empat negara itu juga akan dilanjutkan dengan kerja sama antar lembaga dan organisasi.

“Setidaknya keempat negara ini sekarang akan bekerja secara intensif satu sama lain. Kami akan melanjutkan kerja sama yang mencakup ilmu pengetahuan, seni, industri pertahanan, ekonomi, perdagangan, budaya, dan semua bidang,” kata Erdogan.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>