Published On: Kam, Des 26th, 2019

Akademisi Pakistan Junaid Hafeez Dihukum Mati Karena Penistaan Agama

Share This
Tags

Islamabad, CakrabuanaNews – Sebuah pengadilan di Pakistan telah menghukum seorang dosen penistaan ​​agama dan menjatuhkan hukuman mati.

Junaid Hafeez, seorang dosen di Universitas Bahauddin Zakariya di pusat kota Multan, Pakistan, dituduh telah menghina Nabi Muhammad dan kitab sucin Al-Quran, yang diucapkannya di Facebook pada tahun 2013.

Dilansir Al Jazeera, Pengadilan di Multan mendapati dia bersalah dan menjatuhkan hukuman mati pada hari Sabtu setelah persidangan panjang akibat seringnya penundaan dan pemindahan hakim.

Hafeez ditahan di sel isolasi karena masalah keamanan sejak tahun 2014 ketika pengacaranya, aktivis hak asasi terkemuka Rashid Rahman, dibunuh.

Serangan itu terjadi setelah Rahman diancam di pengadilan terbuka oleh para pemimpin agama dan pengacara yang terkait dengan penuntutan.

Persidangan telah diadakan di penjara dengan keamanan tinggi sejak saat itu.

Setelah vonis, para jaksa penuntut membagikan permen di antara rekan-rekan mereka, yang meneriakkan ‘Allahu-akbar’ dan ‘Mati bagi para penghujat’. Pengacara pemerintah, Azim Chaudhry memuji keputusan itu sementara rekannya Airaz Ali mengatakan itu adalah ‘kemenangan bagi kebenaran dan atas kebenaran’.

Pengacara Hafeez yang berbicara dengan syarat identitas yang tidak disebutkan karena kekhawatiran masalah keamanan. Menurutnya suasana dalam persidangan sebagai “intimidasi”. Dia Dikatakan bahwa profesor akan mengajukan banding atas putusan di Pengadilan Tinggi Lahore.

“Kegagalan untuk menangkap orang-orang yang menembak mati Rahman mengisyaratkan kekebalan hukum, ” kata pengacara dan keluarga Hafeez dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah putusan hari Sabtu.

“Mungkinkah ada hakim dalam keadaan seperti itu mengambil risiko melakukan keadilan? Mereka bisa dipindahkan dari distrik atau mendapat tekanan oleh kelompok pengacara yang beroperasi sebagai mafia.”

Zia-ur-Rehman, jaksa penuntut dalam kasus itu, membantah tuduhan bahwa jaksa penuntut berusaha menunda kasus tersebut atau mengintimidasi hakim. Dia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “ini adalah pengadilan yang sangat adil” setelah putusan diumumkan.

Sementara, kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan putusan itu merupakan ‘gugurnya keadilan’. “Hukuman mati Junaid Hafeez adalah gugurnya keadilan dan putusannya … sangat mengecewakan dan mengejutkan,” kata Rabia Mehmood dari Amnesty.

“Pemerintah harus segera membebaskannya dan menghapuskan semua tuduhan terhadapnya,” tambahnya. “Pihak berwenang juga harus menjamin keselamatannya dan keluarga serta perwakilan hukumnya.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>