Published On: Rab, Jan 1st, 2020

Liga Arab Gelar Pertemuan Luar Biasa Bahas isu Libya

Share This
Tags

Mesir meminta Liga Arab untuk mengadakan pertemuan mendesak guna menentukan posisi bersama atas perkembangan di Libya

Liga Arab akan melakukan pertemuan mendadak tingkat perwakilan permanen pada hari Selasa untuk membahas perkembangan di Libya.

Menurut laporan dari kantor berita resmi Mesir MENA, seperti dikutip Anadolu Agency, keputusan pertemuan Liga Arab itu atas permintaan dari Mesir.

Laporan tersebut menyebut pertemuan yang membahas situasi terbaru di Libya akan dipimpin oleh perwakilan Irak.

Menurut harian resmi Mesir Akhbar al-Yaum, pemerintah Kairo meminta Liga Arab untuk mengadakan pertemuan mendesak untuk menentukan posisi bersama atas perkembangan di Libya yang dapat berubah ke tingkat yang membahayakan keamanan kawasan.

Sepuluh milisi Haftar tewas dalam bentrokan di Tripoli

Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Libya yang diakui secara internasional mengumumkan bahwa 10 pasukan yang berada di barisan jenderal Khalifa Hafter tewas dalam bentrokan di ibu kota Tripoli.

Juru bicara operasi Burkan Al-Ghadab Mohammed Qununu mengatakan milisi Haftar yang dilengkapi dengan empat tank milik Uni Emirat Arab (UEA) menyusup ke daerah jembatan Al-Furusiyya yang menghubungkan jalanan ke arah lapangan terbang Tripoli.

Qununu mengungkapkan bentrokan pun tak terhindarkan setelah pasukan pemerintah Libya melakukan perlawanan terhadap upaya penyusupan tersebut.

Setidaknya 10 milisi pro-Haftar tewas dan 12 kendaraan militer hancur dalam bentrokan itu.

Pada April lalu, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA yang diakui secara internasional, tetapi sejauh ini terus mengalami kegagalan.

Pada 12 Desember, Haftar mengumumkan bahwa dia telah memerintahkan gerilyawan untuk melancarkan “pertempuran yang menentukan” guna merebut ibu kota.

Menurut data PBB, lebih dari seribu orang terbunuh dan lebih dari 5.000 orang terluka sejak awal operasi dilancarkan.

Sejak digulingkan dan wafatnya Muammar Khaddafi pada tahun 2011, muncul dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli  yang diakui PBB dan masyarakat internasional.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>