Published On: Sel, Jan 7th, 2020

Netanyahu Ketakutan Aksi Balasan Front Perlawanan

Share This
Tags

“Pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani di Irak adalah tindakan Amerika. Israel tidak terlibat sama sekali di dalamnya,  dan jangan mengaitkan masalah tersebut dengan Israel,” ujar Netanyahu seperti dikutip Pars News.

Sikap terbaru Netanyahu ini terjadi setelah Front Perlawanan menyatakan akan melakukan pembalasan keras terhadap tindakan teroris AS terhadap Letnan Jenderal Qasem Solaemani.

Padahal, sebelumnya perdana menteri rezim Zionis langsung mengungkapkan ras senangnya dan menyampaikan selamat kepada AS.

“Israel bersama AS dan mendukung tindakannya,” ujar Netanyahu tidak lama setelah kejadian Jumat lalu.

Letjen Qasem Solaemani, Komandan brigade Quds, Korp Garda Revolusi Islam Iran dan Abu Mahdi Al-Muhandis bersama delapan orang lainnya gugur dalam serangan udara AS di bandara internasional Baghdad.

Beberapa sumber melaporkan bahwa badan intelijen rezim Zionis bekerja sama dengan AS dalam aksi teroris tersebut.

Berikut berita selanjutnya,  Jutaan Orang Hadiri Prosesi Pemakaman Syahid Soleimani

Jutaan warga Iran memadati jalan-jalan di kota Kerman untuk menghadiri prosesi pemakaman Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Iran (IRGC) Letnan Jenderal Qassem Soleimani pada Selasa pagi, 7 Januari 2019.

Jenazah Soleimani dan martir lainnya tiba di airport Kerman hari Selasa dini hari. Jenazah Komandan al-Quds IRGC ini akan di makamkan di pemakaman Shuhada (Golzar-e Shohada) Kerman.

Menurut pesan Soleimani sebelum gugur syahid, dia meminta agar kelak dimakamkan di sekitar makam Shahid Yusuf Ilahi di pemakaman syuhada kota kelahirannya.

Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Pasukan Relawan Irak Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis gugur dalam serangan udara Amerika Serikat di airport internasional Baghdad, Jumat dini hari, 3 Januari 2020.

Empat anggota pasukan IRGC (Pasdaran) yang menyertai Letjen Soleimani dan empat anggota pasukan Hashd al-Shaabi yang menyertai Abu Mahdi al-Muhandis juga gugur dalam serangan udara tersebut.

Menurut pengakuan Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), teror terhadap  Soleimani dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Teror terhadap Komandan Pasukan al-Quds merupakan contoh nyata dari kejahatan perang pemerintah AS dan puncak dari permusuhannya terhadap Iran.

Selama 40 tahun terakhir, pemerintah AS telah melakukan berbagai kejahatan terhadap Iran, di mana di antara kejahatan-kejahatan itu adalah tekanan ekonomi dan sanksi, operasi militer dan kudeta, perang secara tidak langsung, penciptaan kelompok-kelompok teroris, Iranphobia, perang proksi, dan teror terhadap para ilmuwan dan para pejabat Republik Islam.

Teror terhadap Soleimani kembali menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara pemerintah Amerika dan kelompok-kelompok teroris di kawasan. Sebab, pejabat senior militer Iran ini memiliki peran besar dalam menumpas kelompok-kelompok teroris terutama teroris takfiri Daesh.

Peran besar Soleimani dalam menumpas kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah tidak bisa dipungkiri. Surat kabar The Guardian beberapa hari lalu menyebutkan bahwa Soleimani masuk ke dalam daftar 10 tokoh di balik layar yang paling berpengaruh di dunia. Surat kabar itu menulis, Amerika dan Israel telah berulang kali berusaha untuk melenyapkannya.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>