Published On: Kam, Jan 9th, 2020

Indonesia Minta Warganegaranya Di Irak Dan Iran Waspada

Share This
Tags

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengimbau WNI untuk menghubungi Kedutaan Besar Indonesia jika membutuhkan bantuan

Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Iran untuk  menahan diri agar tidak memperburuk situasi di tengah perseteruan kedua negara itu.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan jika kondisi semakin buruk maka akan merusak ekonomi di kawasan dan dunia.

“Dampaknya tidak akan dapat terlokalisir,” kata Retno di Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Rabu.

Kementeriannya, kata dia, akan menggelar rapat bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Irak dan Iran serta Perwakilan Tetap Indonesia di PBB untuk membahas memanasnya hubungan Iran dengan Amerika Serikat.

Indonesia meminta warga negaranya yang berada di Irak dan Iran untuk selalu waspada dan terus memantau informasi yang disampaikan pemerintah setempat.

Dia mengimbau WNI untuk menghubungi Kedutaan Besar Indonesia jika membutuhkan bantuan.

Rento mencatat ada sekitar satu juta WNI yang berada di kawasan Irak dan Iran.

“Kita sudah berkoordinasi dengan para duta besar kita di luar untuk menyusun contingency plan demi mengantisipasi jika terjadi peningkatan eskalasi,” jelas Retno.

Malaysia bersiap evakuasi warganya dari Irak dan Iran

Sebanyak 162 warga Malaysia tinggal di Irak yang mayoritas staf Petronas dan beberapa dosen

Pemerintah Malaysia sedang membuat persiapan untuk mengevakuasi 220 warga Malaysia yang tinggal di Iran dan Irak setelah konflik di kawasan, sebagaimana mengutip Anadolu Agency dari sumber pemberitaan Bernama pada hari Kamis (9/1).

Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah mengatakan keputusan itu diambil setelah pertemuan khusus antara kementeriannya dan berbagai lembaga, termasuk Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri dan kantor Perdana Menteri.

“Kami sedang membuat persiapan jika ada kebutuhan untuk evakuasi. Saat ini, ada 58 orang Malaysia di Iran, setengahnya adalah mahasiswa,” ujar Saifuddin.

“Di Irak, kami memiliki 162 warga yang mayoritas merupakan staf Petronas dan beberapa dosen,” kata Saifuddin.

Saifuddin juga mengatakan kementerian telah menginstruksikan kedutaan besar di dekat zona konflik agar siaga untuk melakukan evakuasi.

“Kepada mereka yang tinggal di negara-negara tersebut, silakan tetap berhubungan dengan kedutaan,” kata dia seraya meminta warga Malaysia menunda perjalanan yang tidak penting ke wilayah tersebut.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>