Published On: Sab, Jan 11th, 2020

Jepang Investasi di Indonesia, Ekonom: Agar Indonesia Tidak Didikte Cina

Share This
Tags

Presiden Joko Widodo bertemu dengan menerima kunjungan Menteri Luar negeri Jepang dan delegasi perusahaan Jepang SoftBank bicarakan investasi di Indonesia.

Di tengah melemahnya kondisi perekonomian global, pemerintah Indonesia terus berupaya menggenjot diplomasi ekonomi dengan mengajak negara-negara sahabat untuk berinvestasi di Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo kerap menekankan betapa pentingnya investasi negara luar di tanah air, khususnya di sektor-sektor yang jadi prioritas Indonesia.

Pada hari Jumat (10/01/2020), Presiden Jokowi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitshu, di Istana Merdeka, Jakarta. Ini merupakan kunjungan kali pertama Toshimitsu sejak menjabat Menteri Luar Negeri Jepang pada 11 September 2019 lalu.

Dalam kesempatan ini Jokowi dan Toshimitshu membicarakan sejumlah prioritas kerja sama antara Indonesia dan Jepang. Jokowi juga mengajak Jepang berinvestasi di Indonesia, terutama untuk membangun fasilitas perikanan di pulau-pulau terluar di Indonesia, salah satunya di Natuna.

“Pertama, kerja sama di bidang investasi termasuk investasi untuk pengembangan pulau-pulau terluar, termasuk Kepulauan Natuna,” tutur Jokowi, sebagaimana melansir dari Deutsche Welle.

Ini bukan merupakan hal yang baru bagi kedua negara melakukan kerja sama pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Di Natuna, Indonesia dan Jepang sudah bekerja sama dalam pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) fase pertama, peningkatan kapasitas nelayan, dan pengembangan pariwisata.

“Dan saya harapkan usulan pendanaan untuk fase kedua dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Jokowi.

Jepang Menyambut Positif

Sementara itu, Jepang menyambut positif ajakan Presiden Jokowi untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Usai pertemuan antara Jokowi dengan Toshimitshu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan pemerintah Jepang yang diwakili Toshimitshu menyampaikan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia.

“Ya komitmen-komitmen kerja sama di pulau-pulau terluar Indonesia kan komitmen yang sudah cukup lama. Jadi responsnya Jepang ya sangat positif dan akan diperkuat. Akan ada tim teknis yang akan ke Indonesia membahas mengenai ini,” ungkap Retno.

Dalam pertemuan tersebut juga menjajaki kemungkinan kerja sama yang lebih intensif antara kedua negara dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM) baik melalui program vokasi maupun internship di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.

Kerja sama tersebut meliputi peningkatan kapasitas dan keterampilan SDM serta pengembangan kemampuan berbahasa Jepang bagi SDM Indonesia.

Saat ini Anda sedang menyimak berita CakrabuanaNews – Berita selanjutnya SoftBank investasi di ibu kota baru

Tak hanya dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitshu, di hari yang sama Presiden Jokowi juga menerima kunjungan delegasi SoftBank yang dipimpin oleh CEO SoftBank Masayoshi Son. SoftBank merupakan perusahaan telekomunikasi dan media asal Jepang. Pertemuan keduanya membahas rencana SoftBank berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan potensi investasi dan sejumlah proyek pembangunan di ibu kota baru. “Luas wilayah Jakarta sekitar 66.000 hektare sedangkan jika kita bandingkan dengan ibu kota baru luasnya (disiapkan) mencapai 256.000 hektare,” papar Jokowi.

Son sendiri mengaku tertarik untuk berinvestasi dan bekerja sama dalam pembangunan di ibu kota baru, khusunya dengan konsep kota pintar dan kota hijau yang diusung pemerintah dalam pembangunan tersebut. “Ibu kota baru memiliki peluang-peluang investasi yang saya kira bisa kita diskusikan ide potensialnya,” tutur Son.

Son juga mengaku sejak Juli tahun lalu telah melakukan pembicaraan terkait ekosistem mobil listrik yang akan mereka investasikan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dikutip dari Tempo.co, Luhut mengklaim bahwa Softbank berminat menyuntik dana segar untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur dengan nilai investasi yang ditawarkan mencapai $100 miliar atau setara dengan Rp1.400 triliun.

“Masayoshi Son mendesak saya terus. Dia mau investasi sampai US$ 100 miliar. Bagi saya ini too good to be true,” ujar Luhut di kantor Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Selasa (07/01).

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>