Published On: Sel, Jan 14th, 2020

Dua Penguasa Libya Yang Berseteru Siap Berunding Di Moskow

Share This
Tags

Kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran berbulan-bulan diharapkan tercapai untuk membuka jalan bagi kebangkitan kembali proses politik.

Seorang pejabat senior Libya mengatakan, Kepala Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui secara internasional Fayez al-Sarraj dan saingannya, pimpinan pemberontak Jenderal Khalifa Haftar, akan menandatangani perjanjian gencatan senjata di Rusia pada hari Senin 13 Januari 2020.

Negara Afrika Utara yang kaya minyak itu telah dilanda kekacauan politik sejak pemimpin sebelumnya Muammar Gaddafi terbunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011.

Sejak itu Libya telah terpecah antara pemberontak yang bersaing di timur dan pemerintahan GNA di barat negara itu di tengah konflik yang meningkatkan keterlibatan dari kekuatan asing.

GNA yang berbasis di Tripoli telah diserang sejak April lalu dari pasukan timur yang setia kepada Haftar, yang sejak 6 Januari telah merebut kota pesisir strategis Sirte.

Penandatanganan perjanjian akan membuka jalan bagi kebangkitan kembali proses politik, kata kepala Dewan Tinggi Negara Libya Khaled al-Mechri di saluran TV Al Ahrar di negara itu.

Mechri mengatakan dia akan menemani al-Sarraj ke Moskow, sementara Aguila Salah, ketua parlemen yang berbasis di timur, akan melakukan perjalanan dengan Haftar.

Kantor berita Interfax mengutip seorang pejabat Rusia yang mengatakan bahwa al-Sarraj dan Haftar akan tiba di Moskow pada hari Senin dan mendiskusikan “kemungkinan penandatanganan gencatan senjata dan rincian dokumen semacam itu”.

Lev Dengov, ketua kelompok kontak Rusia di Libya, mengatakan masih belum jelas apakah kedua rival akan bertemu.

Sementara itu, dalam pidato singkat yang disiarkan televisi pada hari Senin, al-Sarraj meminta Libya untuk “membalik halaman di masa lalu”.

“Saya meminta semua warga Libya untuk membalik halaman di masa lalu, menolak perselisihan dan menutup barisan untuk bergerak menuju stabilitas dan perdamaian,” katanya.

GNA dan Haftar HNA sepakat untuk gencatan senjata bersyarat yang seharusnya mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat pada hari Ahad (22:01 GMT pada hari Sabtu), tetapi kedua belah pihak telah saling menuduh adanya pelanggaran.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>