Published On: Sab, Jan 25th, 2020

Wacana Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Pasundan Kembali Mengemuka

Share This
Tags

Wacana perubahan nama provinsi Jawa Barat menjadi Pasundan dan alternatif nama lain butuh kajian mendalam dan kesepakatan berbagai pihak.

Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah dan Komunitas Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat, menghebohkan masyarakat beberapa hari ini.

Kerajaan, dengan tanda petik “abal-abal”  ini mengklaim membawahi masyarakat yang menjadi bagian dari negara di seluruh dunia. Warga Indonesia pun disebut harus berbangga karena kehadiran Sunda Empire yang diklaim akan menyelamatkan NKRI dari kehancuran.

Dua kerajaan ini menyebutkan kalau pemerintahan dunia akan segera berakhir.

Sunda Empire, misalnya, memprediksi pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020.

Sementara itu, sejumlah tokoh Sunda di Bandung, mengadakan pertemuan untuk mewacanakan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan.

Pertemuan dilangsungkan  di Graha Suria Atmaja Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Sabtu (28/9/2019) lalu.

Salah satu tokoh yang mengusulkan, Yayat Hendayana mengatakan, usulan perubahan nama tersebut bertujuan untuk mengangkat keetnisan penduduk Jawa Barat yang mayoritasnya beretnis Sunda. Ditambah dengan semakin hilangnya nama Sunda menjadi dasar filosofis pergantian nama tersebut.

“Kita ingin etnis yang menempati Jabar tampil sama dengan etnis Jawa yang menempati geografis di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Belum lagi sekarang nama Sunda makin lama makin hilang, padahal dari dulu Sunda itu paling di kenal ketimbang nama Indonesia. Sundaland itu luar biasa dan sekarang tidak lagi kita kenal, makannya kita ingin nama Sunda menjadi besar seperti sama besar dengan Jawa,” ujar Yayat yang dikutip cakrabuananews, saat On Air di Radio PR FM 107,5 News Channel, Ahad  (6/10/2019) lalu.

Budayawan yang juga Dosen Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan itu menyebut dengan nama Jawa Barat,  jika dilihat dari sisi pembangunan ternyata tidak mampu mengungguli Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam segala hal. Sehingga pihaknya berpendapat dengan adanya penggantian nama tersebut, semangat etnisitas mesti ditampilkan guna mengimbangi indeks pembangunan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Dengan nama Jabar seperti sekarang, dari sisi pembangunan ternyata tidak mampu mengunguli Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam segala hal, selalu kita lebih rendah dari meraka.

Kita bependapat barang kali semangat etnisitas kita tidak tampil, sehingga barangkali dengan mengubah nama Jawa barat, indeks pembangunan kita relatif bisa mengimbangi indeks di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” paparnya.

Yayat menambahkan, pihaknya pun tidak akan tergesa-gesa dalam mengusulkan pergantian nama tersebut dan akan melakukan kajian mendalam, sehingga bisa disepakati semua elemen.

“Nama itu harus di dukung kesepakatan semua elemen, dan kita juga tidak akan terburu-buru, akan memikirkan hal lain,” pungkasnya. 

Sejalan dengan pernyataan Yayat, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sepakat bahwa  wacana penggantian nama provinsi Jawa Barat menjadi Pasundan dan alternatif nama lainnya, mengatakan hal tersebut butuh kajian mendalam dan harus mendapat kesepakatan berbagai pihak di daerah yang selama ini bernama Jawa Barat.

“Di mana-mana, hidup ini ada kesepakatan. Jadi perubahan itu silakan selama ada kesepakatan,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Senin (30/9/2019).

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>