Published On: Rab, Jan 29th, 2020

Hamas Tegaskan Yerusalem Akan Tetap Untuk Palesti

Share This
Tags

Hamas menegaskan Yerusalem akan tetap untuk Palestina. Hal ini disampaikan Juru Bicara Hamas Sami Abu Zuhri menyusul pengumuman rencana perdamaian AS untuk Timur Tengah di Gedung Putih Washington pada Selasa (28/1).

Dirilis dari Republika yang melansir dari Anadolu Agency, pada Rabu (29/1), Hamas mengecam ketentuan yang disebut “Kesepakatan Abad Ini” yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump itu. “Kesepakatan ini tidak sebanding dengan kertas yang ditulisnya dan Yerusalem akan tetap untuk Palestina,” ucap Zuhri dalam akun Twitternya.

Pernyataan Abu Zuhri datang sebagai reaksi pertama kelompok perlawanan terhadap ketentuan yang disebut “Kesepakatan Abad Ini”. Kesepakatan tersebut baru saja diumumkan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington pada Selasa kemarin.

Trump menyebut proposal rencana tersebut berbeda dari sebelumnya. “Itu proposal paling detail yang pernah diajukan sejauh ini,” kata Trump. Dia mengatakan masalah yang kompleks tentu membutuhkan solusi yang berbasis pada fakta.

“Itulah sebabnya proposal kami memberikan solusi taktis yang tepat untuk membuat orang Israel, Palestina, dan kawasan lebih aman dan lebih makmur,” tutur dia.

Dalam rincian rencana Trump tersebut, Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel yang tidak terbagi, di mana ini akan membuat ketegangan karena keputusannya untuk mengakui kota yang diperebutkan sebagai wilayah Israel pada Desember 2017.

“Di bawah visi ini, Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel yang tidak terbagi. Tapi itu bukan masalah besar, karena aku sudah melakukan itu untuk kalian,” ucap Trump yang membuat tertawa hadirin pro-Israel yang berkumpul.

Ribuan pengunjuk rasa Palestina turun ke jalan menjelang pengumuman resmi Trump untuk menentang proposal rencana perdamaian tersebut. Trump pada Senin (27/1) memberi pengarahan kepada Netanyahu dan Gantz tentang rencana perdamaian dengan 80 halaman itu.

Proposal rencana tersebut dipelopori oleh menantu Trump sekaligus penasihat khusus Jared Kushner. Namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak permintaan Trump untuk melakukan panggilan telepon terkait rencananya, menurut seorang pejabat Palestina.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>