Published On: Sab, Mar 21st, 2020

Sejarah Berdirinya Negara Sealand Sebagai Negara Terkecil Di Dunia

Share This
Tags

CakrabuanaNews.com – Mungkin orang mengira bahwa Vatican merupakan negara terkecil di dunia. Itu anggapan kuno, Vatikan bukan lagi sebuah negara terkecil di dunia. Ternyata masih ada sebuah negara yang lebih kecil dari Vatican, negara itu adal Sealand. Sealand atau Pricipality Sealand, saat ini merupakan negara terkecil di dunia.

Terletak sekitar 9,6 kilometer dari lepas pantai Suffolk, Inggris, wilayah negara ini sekilas terlihat seperti sebuah rig pengeboran minyak tua yang sudah tidak terpakai lagi.

Negara ini mengklaim sebagai sebuah negara yang menganut sistem kerajaan, memiliki mata uang, bahkan prangko sendiri.

Luas negara ini hanya sekitar 550 meter persegi yang terdiri dari dua menara beton yang dihubungkan oleh landasan besi.

Sebagaimana melansir dari berbagai sumber, Sealand berdiri sejak 1967, hanya terdiri dari 22 orang telah menyatakan merdeka dari Inggris.

Sealand memiliki mata uang sendiri yaitu dolar Sealand. Mereka juga menghasilkan air minum sendiri bahkan membudidayakan hasil laut mereka sendiri. Tetapi mereka harus mengimpor sebagian besar makanan dan barang dari daratan Inggris.

Selain itu, Sealand memiliki team sepakbola sendiri, namanya sealand All Stars. 

Warga Sealand menghidupi ekonominya dengan menjual cinderamata Sealand melalui toko online. “Kami bisa menjual cinderamata seperti mug atau kaos sepakbola Sealand”, kata warga Sealand seperti dikutip dari situs online mereka, yaitu http://www.sealandgov.org.

Sejarah berdirinya Kepangeranan Sealand

Mengutip dari Wikipedia.org, Sealand diproklamasikan oleh  Paddy Roy Bates yang  lahir di London, pada 29 Agustus 1921 dan meninggal di Leigh-on-Sea, 9 Oktober 2012 pada usia 91 tahun.

Roy Bates adalah seorang pemilik siaran radio tanpa izin. Dalam perang dunia kedua, ia bergabung dalam tentara Inggris dengan pangkat mayor dan beberapa kali terlukan dalam perang.

Roy Bates terlibat dalam pertempuran Monte Cassino dalam kampanye Italia, dan tergabung dalam Eigth Army di afrika Utara. Usai perang, ia menjadi nelayan, dan setelahnya mendirikan radio ilegal.  

Pada tahun 1965, ia mengusir staf Radio City yang menempati Menara Knock John, sebuah Benteng Laut Maunsel, sebuah platform pertahanan laut Inggris pada perang dunia kedua.

Dengan menggunakan peralatan militer yang tertinggal di platform tersebut, Bates menggunakan pemancar radio tua milik Angkatan Udara Amerika Serikat untuk memancarkan radionya sendiri.

Dari Menara Knock John, ia menyiarkan Radio Essex secara ilegal selama tahun 1965 hingga 1966, dan menjadi radio ilegal dengan siaran 24 jam.

Radio ini kemudian berubah nama menjadi Britain’s Better Music Station (BBMS) setelah Bates didakwa melanggar Wireless Telegraphy Act 1949. Bates didenda £100 karena terus melanjutkan siaran ilegalnya. Karena kekurangan dana, BBMS ditutup pada tahun 1966.

Pendirian Sealand

Bates kemudian memindahkan operasinya ke Menara Roughs, benteng Maunsell lainnya yang ada di luar teritori United Kingdom. Namun ia tidak pernah mulai bersiaran walaupun sudah memiliki peralatan yang dibutuhkan.

Pada 14 Agustus 1967, Marine Broadcasting Offences Act of 1967 mulai berlaku yang melarang penyiaran dari beberapa struktur yang ada di laut, termasuk platform yang dikuasai Bates. Setelah 19 hari, Bates mendeklerasikan kemerdekaan Menara Rough dan menamainya the Principality of Sealand.

Ronan O’Rahilly dari radio ilegal lainnya, Radio Caroline, bersama beberapa orang lainnya, berupaya menyerang platform yang diklaim oleh Bates. Bates dan kawan-kawannya menggunakan bom petrol dan senjata api untuk menghadapi ancaman O’Rahilly.

Angkatan laut kerajaan datang ke Menara Roughs dan disambut oleh tembakan anak Bates, Michael, saat memasuki teritori Sealand. Bates dan anaknya ditangkap dan dituntut atas penggunaan senjata. Tapi pengadilan kemudian menolak kasus ini, karena menganggap Menara Roughs ada di luar teritori Inggris.

Bates mengklaim keputusan ini sebagai pengakuan de facto atas negaranya dan kemudian menyusun konstitusi, bendera, lagu nasional, dan banyak hal lainnya untuk negara Sealand.

Insiden 1978

Pada tahun 1978, pebisnis dan pengacara dari Jerman, Alexander Achenbach bersama beberapa orang Jerman dan Belanda menginvasi Sealand dan menyandera anaknya, Michael. Bates dan yang lainnya melancarkan serangan balasan pada dini hari untuk menguasai kembali benteng tersebut.

Orang-orang Jerman dan Belanda yang dikalahkan ditetapkan sebagai tawana perang. Seorang di antaranya sudah memiliki paspor Sealand, maka ia dianggap sebagai pengkhianat, sementara yang lain kemudian dibebaskan kembali.

 Jerman kemudian meminta bantuan Inggris untuk mengintervensi, namun ditolak karena Inggris menganggap tidak memiliki yuridiksi di daerah tersebut. Jerman kemudian mengirim diplomat ke Sealand untuk bernegosiasi langsung. Pengiriman negosiasi diplomatik ini juga dianggap oleh Bates sebagai pengakuan atas negaranya, yang kemudian dibantah Jerman.

Bates kemudian pensiun dan tinggal di Inggris pada sisa hidupnya. Anaknya Michael kemudian mengambil alih administrasi Sealeand sebagai Prince Regent, walaupun ia tetap tinggal di Inggris.

Pada 9 Oktober 2012, Bates meninggal di Leigh-on-Sea setelah menderita Alzheimer beberapa tahun. Ia kemudian dikremasi di Krematorium Southend-on-Sea.

Ia meninggalkan seorang istri, Joan yang kemudian meninggal 14 Maret 2016, dan dua orang anak, Michael dan Penny.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>