Published On: Rab, Apr 8th, 2020

Pembatasan Sosial berskala Besar Di Jakarta Berlaku Mulai 10 April

Share This
Tags

PSBB berlaku selama 14 hari dan bisa diperpanjang sesuai perkembangan situasi terkait Covid-19

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diterapkan di DKI Jakarta mulai Jumat, 10 April 2020 sebagai langkah penanganan pandemi Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan PSBB akan berlaku selama 14 hari.

“Ini (penerapan PSBB) bisa diperpanjang kembali sesuai kebutuhan,” kata Anies dalam konferensi pers di Jakarta, Senin malam.

PSBB, sesuai Peraturan Menkes Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman PSBB, akan membatasi sejumlah aktivitas masyarakat untuk mengendalikan penyebaran virus SARS-Cov-2 tersebut.

Aktivitas belajar dilakukan dari rumah, dunia usaha dan kegiatan perkantoran dihentikan, beribadah dilakukan dari rumah selama pembatasan berlaku. Selain itu, pemerintah menutup fasilitas umum dan hiburan.

Transportasi umum di Jakarta hanya akan beroperasi pada pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB, dengan kapasitas penumpang yang dikurangi 50 persen dari waktu normal.

Anies mengatakan operasional ojek daring hanya dibolehkan untuk pengantaran barang.

Layanan taksi online masih boleh dilakukan, namun jumlah penumpangnya dibatasi.

“Saat PSBB dilaksanakan, tidak diizinkan ada kerumunan di atas lima orang di seluruh Jakarta. Kami akan ambil tindakan tegas. Jajaran pemprov, kepolisian, dan TNI akan menertibkan dan memastikan seluruh ketentuan PSBB diikuti masyarakat,” tutur Anies.

Anies tidak merinci sanksi terkait pelanggaran aturan tersebut.

“Akan langsung ditegakkan di lapangan,” ujar dia.

DKI Jakarta sebelumnya melaksanakan pembatasan-pembatasan itu sejak tiga minggu lalu, namun sifatnya baru sebatas imbauan.

Jakarta baru mendapat izin dari Kementerian Kesehatan pada Selasa untuk melakukan PSBB sebagai kebijakan yang lebih mengikat.

“Yang akan kita lakukan mulai tanggal 10 utamanya pada penegakan, akan disusun peraturan yang mengikat,” jelas Anies.

Sektor pangan, kesehatan hingga energi tetap beroperasi

Anies mengatakan ada sejumlah sektor yang dikecualikan dan tetap harus beroperasi seperti biasa dalam implementasi pembatasan.

Menurut dia, pelayanan pemerintah, Polri dan TNI akan tetap berjalan seperti biasa.

Ada delapan sektor lainnya yang tetap beroperasi yakni sektor kesehatan, pangan, makanan dan minuman, energi (air, gas, listrik dan pom bensin), komunikasi (jasa komunikasi sampai media komunikasi), sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, distribusi barang, kebutuhan keseharian, serta industri strategis.

Selain itu, Pemprov DKI masih mengizinkan aktivitas industri kesehatan yang relevan dengan penanganan Covid-19 seperti usaha memproduksi sabun, disinfektan.

Anies menuturkan aktivitas organisasi sosial terkait Covid-19 juga masih diizinkan.

“Bagi sektor yang tadi dikecualikan, mereka harus berkegiatan mengikuti protap penanganan Covid-19. Artinya ada phisycal distancing, harus pakai masker dan menyediakan fasiltias cuci tangan,” kata Anies.

Bantuan sosial terhadap warga miskin dan rentan miskin yang terdampak situasi ini akan mulai didistribusikan pada Kamis.

Jakarta merupakan wilayah yang paling parah terjangkit Covid-19 di Indonesia.

Menurut data yang dilampirkan dalam situs resmi pemerintah, 1.369 kasus atau 50 persen dari total kasus nasional terjadi di DKI Jakarta.

Selain itu, 106 pasien atau 48 persen dari total kasus kematian nasional akibat Covid-19 juta terjadi di Jakarta. (adz/ AA)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>