Published On: Sen, Apr 20th, 2020

Diaspora Palestina di Malaysia: Hidup di bawah lockdown Israel jauh lebih buruk

Share This
Tags
Ketua Palestinian Cultural Organization of Malaysia (PCOM) Muslim Imran. (Foto file – Anadolu Agency)

Kuala Lumpur, CakrabuanaNews.com – Banyak warga Malaysia yang merasa kesulitan hidup di bawah kebijakan Movement Control Order (MCO) atau semacam karantina wilayah karena wabah Covid-19.

Namun situasi inilah yang dihadapi sehari-sehari warga Palestina di bawah pendudukan Israel.

Ketua Palestinian Cultural Organization of Malaysia (PCOM) Muslim Imran menyatakan pembatasan pergerakan dan hidup di bawah jam malam adalah teman mereka sehari-sehari di Palestina.

“Ini bukanlah hal baru bagi kami. Banyak dari kami hidup di bawah pendudukan dan jam malam dari Israel,” ujar Muslim Imran dari Kuala Lumpur, dikutip Anadolu Agency pada Jumat.

Imran mengatakan warga Palestina selama ini hidup kekurangan listrik.

Di wilayah Tepi Barat dan Gaza, kata dia, bangsa Palestina tidak dapat menikmati listrik dalam 24 jam sehari karena sanksi Israel atas BBM.

Pria asal Tepi Barat ini juga mengenang bagaimana pasukan Israel membatasi peziarah Palestina untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsha.

Walaupun rumahnya hanya setengah jam dari Masjidil Aqsha, banyak warga berumur di bawah 50 tahun yang harus mendapatkan izin Israel dulu untuk ibadah.

“Sehari-hari kami mengalami yang lebih buruk dari MCO di Palestina,” ujar Muslim yang datang ke Malaysia sejak 2003 di usia 17 tahun.

Akibat lockdown Israel, kata Imran, warga Palestina hidup di bawah garis kemiskinan dan lebih dari 50 persen adalah pengangguran.

Namun Imran memahami hidup di bawah MCO bukanlah hal mudah. Segala akses transportasi dan pergerakan sangat dibatasi.

Imran pun turut bersimpati kepada warga Malaysia dan masyarakat dunia yang mengalami masa-masa sulit ini.

Dia juga berdoa agar orang-orang yang terkena infeksi Covid-19 dapat segera sembuh.

“Kami bangsa Palestina berdoa agar pandemi ini segera berlalu,” ujar dia.

Pengungsi Palestina kehilangan pekerjaan

Imran masih aktif melakukan kegiatan pada Februari lalu saat bersama rekan-rekannya menggelar Konferensi Parlemen untuk Al-Quds di Kuala Lumpur pada Februari lalu.

Saat itu, kasus Covid-19 sudah menyebar di Malaysia, namun kebijakan Movement Control Order (MCO) atau semacam karantina wilayah belum diberlakukan.

Setelah itu, situasi ini sangat berpengaruh kepada diaspora Palestina di Malaysia.

Imran mengatakan ada sekitar 5.000 warga Palestina yang berada di Malaysia.

Sebanyak 3000 di antaranya adalah pelajar dan 1.000 lainnya adalah pengungsi, sedangkan sisanya ekspatriat dan profesi lainnya.

Para pengungsi Palestina, kata Imran, banyak yang datang ke Malaysia setelah perang Irak meletus pada 2003.

Gelombang pengungsi itu lalu kembali berdatangan setelah Perang Suriah meletus pada tahun 2011.

Jumlah 5000 orang itu, kata Imran, menjadi komunitas yang sangat besar dibanding komunitas Arab lainnya di Malaysia.

“Para pengungsi ini adalah kelompok yang beresiko di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar kandidat doktor di University of Malaya ini.

Akibat wabah Covid-19, kata Imran, banyak di antara pengungsi Palestina yang kehilangan pekerjaan.

“Ada sekitar seratusan orang yang kehilangan pekerjaan mereka,” ujar Imran.

Imran mengatakan mereka rata-rata bekerja di restoran, sekolah, tukang ledeng, tukang listrik dan lain sebagainya.

Lembaganya pun turut aktif dalam menyalurkan bantuan kepada para pengungsi Palestina agar mereka dapat bertahan di tengah MCO.

“Kami mencoba memberikan bantuan kepada keluarga yang membutuhkan. Sejauh ini kami menyediakan kupon makanan dan paket untuk seratusan keluarga Palestina,” ujar dia.

Malaysia mengumumkan kebijakan MCO sejak 18 Maret 2020. Aturan ini melarang warganya bepergian ke luar negeri dan menutup semua toko, kecuali yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari, untuk membendung lonjakan infeksi Covid-19.

Peraturan ini juga melarang kegiatan yang melibatkan massa, termasuk kegiatan keagamaan, olahraga, dan sosial budaya.

Semua tempat ibadah ditutup dan toko-toko ditutup, kecuali yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Malaysia selanjutnya memperpanjang MCO hingga 28 April mendatang. (adz/aa)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>