Published On: Jum, Mei 1st, 2020

Bank Indonesia Siapkan Kebutuhan Uang Tunai Rp157,96 Triliun Selama Ramadan

Share This
Tags

Bank Indonesia (BI) berkomitmen menyiapkan kebutuhan uang tunai (outflow) yang diperkirakan sebesar Rp157,96 triliun pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini yang terdiri dari Rp142,3 triliun uang kertas pecahan besar, Rp15,58 triliun uang kertas pecahan kecil, dan Rp0,08 triliun uang logam pecahan kecil.

Jakarta, CakrabuanaNews.com – Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Marlison Hakim mengatakan kebutuhan uang tunai tersebut turun sebesar 17,7 persen (yoy) dibandingkan periode tahun lalu.

“Kebutuhan tersebut telah memerhatikan antisipasi kebutuhan selama bulan Ramadan, libur Idulfitri, serta kebijakan dan stimulus pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi Covid-19, termasuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” jelas Marlison dalam konferensi pers virtual, Kamis.

Marlison mengatakan kebutuhan uang tunai (outflow) tertinggi pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini terjadi di daerah Jabodetabek yang diperkirakan sebesar Rp38 triliun.

Dia menambahkan dalam mencegah perluasan penyebaran Covid-19, BI mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non-tunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard).

“Berbeda dari tahun sebelumnya, memerhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam memitigasi penyebaran Covid-19, layanan penukaran uang kepada masyarakat yang biasanya disediakan melalui penyediaan penukaran di lokasi umum seperti Monas dan pasar tradisional, maka pada tahun ini hanya disediakan melalui loket di bank,” jelas Marlison.

Terkait hal tersebut, BI telah berkoordinasi dan meminta perbankan agar dalam memberikan layanan dimaksud menegakkan protokol pencegahan Covid-19 pada masa PSBB secara ketat yang telah ditetapkan pemerintah seperti penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing.

Dia menjelaskan penukaran uang untuk masyarakat akan dilayani oleh 3.742 Kantor Cabang (KC) bank di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 344 KC bank di daerah Jabodetabek dan 3.398 KC bank di wilayah luar Jabodetabek terhitung mulai dari tanggal 29 April hingga 20 Mei 2020.

Untuk kelancaran penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran tersebut, BI menyusun strategi secara internal dan eskternal dengan penyediaan uang yang layak edar dan higienis untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 dengan melakukan karantina uang rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan.

BI juga menyemprot disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memerhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang.

Marlison menambahkan pendistribusian uang juga dilakukan secara tepat di tengah keterbatasan moda transportasi agar seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia memiliki kecukupan persediaan uang secara nominal dan per pecahan.

Sedangkan dari sisi eksternal, BI melakukan langkah-langkah untuk berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat.

BI juga menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh uang, serta memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang yang memerhatikan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). (adz/aa)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>