Published On: Jum, Mei 1st, 2020

Turki kecam pernyataan Uni Eropa tentang serangan teroris di Afrin, Suriah

Share This
Tags

Otoritas Turki menyebut Uni Eropa masih belum mengadopsi sikap yang tepat dalam memerangi terorisme

Ankara, CakrabuanaNews.com – Turki mengecam pernyataan dari Dinas Luar Negeri Eropa (EEAS) terkait serangan teroris baru-baru ini oleh kelompok teroris YPG/PKK di Afrin, barat laut Suriah.

Fahrettin Altun, Kepala Dinas Komunikasi Turki, mengatakan di Twitter bahwa pernyataan dari dinas diplomatik Uni Eropa menunjukkan bahwa Uni Eropa masih belum mengadopsi sikap yang benar dalam memerangi terorisme.

Altun mengatakan meski nama organisasi teroris tidak disebutkan dalam siaran pers itu, namun pelaku serangan itu sudah jelas.

“Terlepas dari semua peringatan kami sejauh ini, mereka yang mendukung dan mempersenjatai YPG/PKK dan mencoba memberikannya legitimasi dan mengizinkan organisasi teroris untuk beroperasi di negara mereka adalah mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian di Afrin,” sebut dia.

Dia mengatakan mereka yang tidak bisa secara terbuka mengutuk serangan teroris, bahkan malah membahayakan perjuangan atau upaya melawan terorisme.

“Seruan gencatan senjata tidak pernah dibuat untuk organisasi teroris. Terorisme seharusnya dikutuk dan dilawan,” ujar dia.

Altun menekankan bahwa Turki telah memerangi terorisme dalam segala bentuknya dan akan terus melakukannya.

Sedikitnya 40 warga sipil tewas, termasuk 11 anak-anak, dan hampir 50 lainnya terluka parah setelah sebuah truk tanker bahan bakar bom meledak pada Selasa di pusat Afrin dekat perbatasan Turki.

Meski Dinas Luar Negeri Eropa menganggap insiden itu sebagai serangan teroris, ia tidak menyebut nama organisasi teroris yang melakukannya dan tidak mengutuk serangan itu.

Sejak 2016, Turki meluncurkan tiga operasi antiteror – Perisai Eufrat (2016), Ranting Zaitun (2018), dan Mata Air Perdamaian (2019) di Suriah Utara yang bertujuan mencegah pembentukan koridor teror, memberikan rasa aman bagi penduduk setempat, serta melindungi warga sipil dari serangan teror.

Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teror oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah. (adz/aa)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>