Published On: Rab, Mei 6th, 2020

Pidato Xi Jinping Tentang Kesiapan Menghadapi Perang, Peringatan Buat Bangsa dan umat Islam Indonesia

Share This
Tags

Presiden China, Xi Jinping, pada awal Januari 2019 lalu telah memerintahkan angkatan bersenjata negara itu untuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran.

hal itu dikatakannya Xi Jinping  selama pidato resmi pertamanya di tahun baru tersebut untuk pasukan militer negara itu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

“Semua unit militer harus memahami dengan benar tren keamanan dan pembangunan nasional utama, dan memperkuat rasa kesulitan, krisis, dan pertempuran mereka yang tak terduga,” kata Xi di televisi pemerintah Cina.

Selain itu, mengutip dari laman satuislam.org, sebagaimana dilansir South China Morning Post (SCMP), pemimpin China itu juga menyetujui komando militer pertama tahun 2019, yang melibatkan latihan dan pengembang yang lebih kompleks.

 “Angkatan bersenjata China harus mempersiapkan perjuangan militer yang komprehensif dari titik awal yang baru,” kata Jinping.

“Persiapan untuk perang dan pertempuran harus diperdalam untuk memastikan respons yang efisien di saat darurat,” imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Ahad (13/1/2019).

Setelah naiknya Jinping ke kursi kepresidenan Komisi Militer Pusat (CMC), sebuah organisasi pertahanan nasional Partai Komunis China, ia secara konsisten mendesak PLA untuk meningkatkan kesiapan tempur.

Awal pekan itu, PLA Daily, surat kabar resmi militer China, mencatat dalam sebuah artikel bahwa tidak ada waktu untuk mengendur dalam persiapan perang, membuat pengamat memperhatikan tentang perkembangan  Beijing  tersebut.

Menurut H. MS Suhary, Ketua Dewan Pakar Bakomubin Propinsi Banten, “Pidato Jinping tersebut perlu diwaspadai dan perlu meningkatkan kewaspadaan khususnya terhada keselamatan bangsa dan negara, dan terlebih umat Islam Indonesia.  

Ketegangan di laut China Selatan antara pasukan China dg AS bisa jadi dapat menimbulkan perang baru dan berimplikasi ke Indonesia, karena laut China berdekatan dengan Indonesia.

Nampaknya AS tidak suka dengan China karena China dengan proyek OBOR-nya sudah melakukan ekspansi ke negara negara Asia dan Asia Tenggara.

Kita lihat Pidato Presiden China tersebut telah memberikan sinyal siap tempur menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi termasuk perang dengan AS.

Jika terjadi perang antara China dan AS bisa melibatkan negara negara lain atau sekutu AS dan negara negara komunis lainnya seperti Korut dan Korsel.

China kuat dengg angkatan daratnya dan AS kuat dg angkatan laut dan udaranya.

Sementara itu, ancaman lainnya, tidak hanya datang dari kekuatan militernya. Ancaman non militer yang merupakan usaha atau kegiatan tanpa bersenjata yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan atau berimplikasi mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. “Ancaman Cina sudah ada di depan mata,” kata HMS Suhary kepada CakrabuanaNews.  

Lebih lanjut Suhary menjelaskan, Ancaman non militer digolongkan ke dalam ancaman yang berdimensi antara lain ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi dan banyak lagi lainnya

Ancaman nonmiliter ini sangat memungkinkan mengancam kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih lagi Indonesia merupakan negara majemuk, terdiri dari banyak pulau, beragam suku bangsa, bahasa, dan beragam kepentingan.

Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran mendasar dari segenap lapisan bangsa untuk menyelamatkan negara ini,” tambahnya. (adz)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>