Published On: Jum, Mei 8th, 2020

AS Tarik Rudal Patriot dari Saudi, Dan Fakta Sistem Antirudal Patriot Andalan AS

Share This
Tags

Amerika Serikat (AS) menarik kembali empat sistem rudal Patriot dari Arab Saudi. Penarikan ini terjadi setelah mereka menilai Iran tak lagi menjadi ancaman di kawasan.

Washington – Dengan penarikan sistem rudal tersebut, otomatis 300 personel AS yang mengoperasikannya juga ikut ditarik pulang. Wall Street Journal melaporkan, AS juga telah merelokasi dua skuadron jet tempur dan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi angkatan lautnya di Teluk Persia.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan mengatakan, aset-aset tersebut dipindahkan untuk menghadapi tantangan lainnya termasuk peran China yang semakin meluas di Asia. Sementara pejabat lainnya percaya penarikan itu dapat memperkuat Iran di kawasan. Terutama karena pemerintahan Presiden Donald Trump melanjutkan kebijakan yang memberikan tekanan kepada Teheran.

“Tekanan mendasar pada Iran dan kecenderungan untuk bertindak secara militer sebagai satu-satunya jalan keluar mereka untuk mencoba meredakan tekanan yang masih ada dengan kampanye tekanan maksimum. Selama kampanye tekanan maksimum berlanjut, kita membutuhkan sebuah alat yang kuat untuk mencegah Iran bertindak di wilayah tersebut,” ujar seorang pejabat Pentagon tersebut.

AS mengerahkan rudal Patriot dan ratusan pasukan ke Arab Saudi untuk membantu pertahanan negara tersebut setelah dua kilang minyak Arami diserang pesawat tak berawak. Selain itu, Pentagon juga mengirim sekitar 3.000 pasukan tambahan, jet tempur, dan perangkat perang lainnya. AS memperluas kehadiran angkatan laut di wilayah Teluk untuk menunjang pertahanan udara dan rudal Saudi atas serangan roket Iran.

Fakta Sistem Antirudal Patriot Andalan Amerika Serikat

Sistem antirudal Patriot, atau Patriot MIM-104 merupakan sistem pertahanan udara dan peluru kendali atau rudal utama milik Amerika Serikat (AS).

Rudal Patriot dalam sejarah awalnya dibuat sebagai sistem menangkal pesawat perang. Namun dalam perkembangannya, Rudal Patriot digunakan AS dan sekutunya di Perang Teluk 1991 untuk menangkal rudal-rudal dari Irak.

Rudal Patriot diklaim mampu menangkis rudal balistik taktis dan ancaman udara seperti pesawat dan rudal jelajah.

Mengutip laman resmi Army Technology, sistem pertahanan Patriot memiliki empat rudal untuk setiap peluncur. Rudal kemudian disimpan dan diluncurkan dari tabung aluminium yang dipasang pada trailer menggunakan casis 8×8. Setiap unit Patriot, memiliki truk pembangkit listrik dengan dua generator 150-KW.

Peluncur ditarik oleh truk traktor Oshkosh M983 8×8 atau truk traktor lainnya. Versi bergerak Rudal Patriot menggunakan kendaraan mobilitas tinggi MAN KAT 1 8×8. Dibutuhkan 25 menit untuk menyiapkan posisi siap tembak hingga peluncuran.

Baterai Rudal Patriot atau unit tembak adalah elemen operasi dasar. Unit tembak sendiri terdiri dari pos komando, radar, 8 hingga 16 peluncur dan kendaraan pendukung. Baterai dapat mencegat hingga 8 target secara bersamaan.

Peluncur rudal Patriot diklaim dapat melacak target hingga 1 kilometer dari radar atau kendaraan pos komando.

Adapun radar Patriot diklaim mampu melacak pesawat jet tempur pada jarak 110 hingga 130 kilometer, pesawat pembom pada jarak 160 hingga 190 kilometer, rudal pada jarak 85 hingga 100 kilometer dan hulu ledak rudal di kisaran jarak 60 hingga 70 kilometer. 

Mengutip Miltary Today, rudal Patriot diklaim memiliki kemampuan menembak sasaran yang bergerak dengan kecepatan 8 kilometer per jam. Tak hanya itu, rudal Patriot mampu menyerang 36 target sekaligus dengan radar melacak pergerakan 125 target pada saat yang sama.

Dalam perkembangannya, rudal patriot sudah mengeluarkan berbagai varian seperti Patriot Advanced Capability (PAC) 2, PAC-3, Guidance Enhanced Missile (GEM-T), dan PAC-3 MSE.

Mengutip Missile Defence Advocacy, varian-varian tersebut mampu meningkatkan rudal patriot mempunyai manuver yang lebih luas melalui roket dengan ekor yang lebih besar sehingga diklaim mampu melumpuhkan rudal balistik dalam jumlah banyak.

PAC-2 dan 3 diklaim bisa melumpuhkan 100 target berbeda dan mampu mengendalikan 9 rudal secara bersamaan.

Rudal patriot digunakan oleh pasukan AS di Kuwait pada tahun 2003 saat terjadi konflik Irak. Rudal Patriot digunakan oleh lebih dari 13 negara seperti Jerman, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Korea Selatan, Qatar, dan Uni Emirat Arab serta Taiwan.

Kendati demikian kemampuan rudal atau sistem antirudal Patriot tak selalu sempurna. Beberapa waktu lalu, rudal patriot ini pernah diledek Rusia karena gagal melindungi kilang minyak Arab Saudi dari serangan drone dan rudal jelajah dari Yaman.

Belakangan, serangan rudal Iran juga mampu menembus pangkalan militer AS di Irak. Serangan itu dilancarkan Iran untuk membalas serangan Presiden AS Donald Trump yang membunuh Jenderal Iran Qaseem Soleimani. Trump mengklaim pihaknya memang tak menempatkan sistem antirudal Patriot andalan AS di Irak. (adz/afp)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>