Published On: Sel, Mei 12th, 2020

Silvia Romano Memeluk Islam Setelah Jadi Tawanan Asy-Syabaab dan Ganti Nama Aisyah

Share This
Tags

Silvia Constanza Romano, seorang pekerja bantuan asal Italia dibebaskan setelah operasi bersama intelijen Italia, Turki dan Somalia, pada hari Ahad (10/5/2020).

Silvia Romano ditangkap oleh sejumlah pria bersenjata di Kenya tenggara pada bulan November 2018 oleh kelompok Asy -Syabab yang berada di balik penawanannya.

Dia ditemukan di Somalia, sekitar 30 km (19 mil) di luar ibu kota Mogadishu, dan dibebaskan berkat upaya badan intelijen eksternal, kata Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio.

Dia mendarat di airport Ciampino, Roma menggunakan penerbangan khusus sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Dikawal oleh orang-orang yang mengenakan masker dari dinas intelijen, Romano melepas maskernya dan melambaikan tangan ketika dia menuruni tangga dari jet sebelum memeluk kerabat yang menunggunya di lapangan terbang tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.

Dia disambut oleh Di Maio dan Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Ada yang tidak biasa dalam penampilannya, ia mengenakan khimar panjang berwarna hijau.

Diketahui kemudian bahwa Silvia telah memeluk Islam setelah ia berada dalam tawanan Asy-Syabaab selama 18 bulan.

Silvia menjelaskan bahwa selama berada dalam tawanan, ia sama sekali tidak dilecehkan atau dianiaya, bahkan ia diperlakukan dengan sangat baik, dan ia tidak dipaksa untuk menikah dengan para pejuang.

“Saya memeluk Islam, ini adalah pilihan saya, saya diperlakukan dengan baik dan saya tidak dipaksa untuk menikah,” ujarnya seperti dilansir News1 pada hari Ahad (10/5).   

Silvia Constanza Romano Mengganti Nama Menjadi Aisyah

Silvia mengaku ia telah memeluk Islam secara spontanitas dan tidak dipaksa untuk menikah.

Saat tiba di Italia, ia mengatakan kepada Jaksa Sergio Colaiocco yang bertanggung jawab untuk masalah “kontra-terorisme” di kantor kejaksaan Roma, bahwa ia tidak mengalami penyiksaan atau pelecehan selama berada dalam tawanan kelompok pejuang yang beroperasi di Somalia dan perbatasan Kenya.

“Awalnya saya menangis, kemudian saya memberanikan diri dan mencoba menemukan keseimbangan batin. Saya meminta sebuah buku catatan agar bisa menulis, dan buku untuk dibaca. Mereka memberikan kepada saya Al-Qur’an dan perlahan keputusan untuk memeluk Islam akhirnya matang. Saya tinggal sendirian kurang lebih selama setengah waktu dari penawanan saya,” ungkapnya seperti dilansir News1 (11/5).

Kini, Silvia Romano mengganti namanya menjadi Aisyah, seperti nama istri Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam.

Ia juga menjelaskan kepada Colaiocco bahwa ia tidak menikah dengan siapa pun selama penawanannya dan ia juga tidak pernah hamil.

“Mereka tidak pernah memukul atau melakukan kekerasan fisik, psikis atau seksual terhadap saya. Saya tidak hamil dan tidak ada yang mengambil keuntungan dari saya,” lanjutnya.

“Mereka meyakinkan saya bahwa saya akan segera dibebaskan. Mereka tidak pernah mengikat saya, saya bisa bergerak bebas, tetapi saya tidak pernah melihat wajah mereka karena mereka selalu mengenakan penutup wajah.” ujarnya.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>