Published On: Sab, Mei 16th, 2020

Amnesty Internasional Minta Indonesia Terima Pengungsi Rohingya Masuk Perairan Aceh

Share This
Tags

Amnesty Internasional meminta pemerintah Republik Indonesia untuk membuka wilayah perbatasan lautnya agar dapat dilintasi para imigran etnis Rohingya.

Saat ini, sekitar lima ratus orang asal Myanmar dikabarkan hendak memasuki kawasan perairan Aceh.

“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak menolak kapal berisi ratusan pengungsi Rohingya yang ingin masuk ke perairan Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Amnesty Internasional ndonesia Usman Hamid dalam keterangan resminya pada Jumat, sebagaimana dikutip Anadolu.

Usman menegaskan ratusan etnis Rohingya tersebut merupakan pengungsi yang hendak menyelamatkan diri dari rezim represif di Myanmar.

Usman menyampaikan Indonesia punya tanggung jawab menerima para pengungsi tersebut, untuk masuk, ataupun melintas di perairan Indonesia.

“Untuk itu kami memandang perlu bagi pihak berwenang di negara ini (Indonesia) untuk mengizinkan semua kapal yang membawa pengungsi tersebut, untuk menepi demi alasan keselamatan, dan kemanusian,” terang Usman.

“Mereka (pengungsi Rohingya) tergolong sebagai orang yang dalam kesulitan, yang dalam hukum internasional seharusnya diselamatkan oleh Pemerintah Indonesia,” sambung dia

Dia menjelaskan hukum internasional melarang tiap negara untuk menolak atau mengusir pengungsi dari satu negara. Penolakan terhadap pengungsian merupakan pelanggaran hukum internasional dan asas kemanusian.

Sebelumnya, sekira lima ratus orang Rohingya tetap bertahan di luar perairan Indonesia. Mereka diketahui hendak memasuki wilayah Aceh.

Dengan dua kapal motor tanpa navigasi dan logistik yang cukup, mereka menyelamatkan diri dari dugaan genosida yang dilakukan pemerintahan junta di Rakhine, Myanmar.

Berita Selanjutnya,  Polda Aceh Patroli Antisipasi Masuknya Pengungsi Rohingya

Informasi terkait ratusan pengungsi etnis Rohingya yang diperkirakan sedang berlayar menuju Malaysia menjadi perhatian serius Polda Aceh. Patroli udara terus dilakukan untuk mengantisipasi masuknya etnis Rohingnya di masa pandemi virus covid-19.

“Patroli udara yang dilakukan ini hari meliputi wilayah perairan Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie. Patroli udara ini menggunakan satu unit heli milik Polairud,” kata Direktur Polairud Polda Aceh Kombes Jemmy Rosdiantoro kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Selama patroli digelar di tiga wilayah tersebut, belum ditemukan adanya pengungsi Rohingya. Patroli udara selanjutnya dilakukan pada Jumat (15/5) ke Bireun, Lhokseumawe, dan Aceh Timur.

“Kegiatan patroli ini akan terus kita lakukan sekaligus untuk memantau perkembangan situasi saat ini,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, katanya, ada sekitar 500 orang pengungsi etnis Rohingya yang diperkirakan sedang berlayar menggunakan dua kapal menuju Malaysia. Pada Selasa (5/5) lalu, mereka sudah berada di Laut Andaman yang berbatasan dengan Utara Aceh.

“Mereka (Rohingya) menuju ke Malaysia dan tidak menutup kemungkinan karena satu dan lain hal mereka singgah di Perairan Indonesia. Untuk menindaklanjuti dan menyikapi informasi tersebut, makanya hari ini kita gelar patroli udara,” jelas Jemmy.

Jemmy mengajak para nelayan di Aceh untuk memantau keberadaan warga etnis Rohingya tersebut. Bila menemukan di laut di wilayah Indonesia, mereka diminta untuk segera melapor ke instansi terkait agar diambil langkah penanganan.

“Upayakan tidak diarahkan ke darat. Bila perlu bantuan segera kita penuhi dan kemudian dipersilahkan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya,” katanya.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>