Published On: Sab, Mei 16th, 2020

Sekjen NATO Nyatakan Siap Mendukung Pemerintah Libya

Share This
Tags

Pemerintah yang diakui oleh PBB hanya satu yang dipimpin oleh Fayez al-Sarraj, kata Sekjen NATO

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada hari Kamis, mengatakan bahwa NATO siap untuk mendukung pemerintah resmi Tripoli. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang telah diakui oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Khalifa Haftar tidak dapat dimasukkan ke dalam kedudukan yang sama.

“Ada embargo senjata di Libya yang harus dipatuhi semua pihak. Ini tidak berarti menempatkan pemerintah Fayez al-Sarraj dan Haftar yang tidak diakui PBB ke dalam satu meja yang sama. Karena itu, NATO siap mendukung pemerintah Tripoli, ”kata Stoltenberg kepada La Repubblica Italiaseperti dikutip Daaily Sabah.

Menjawab pertanyaan yang mengindikasikan bahwa Turki sedang mengejar agendanya sendiri di Libya dan Suriah meskipun ia adalah anggota NATO, Stoltenberg mengatakan: “Kami adalah 30 negara di NATO dan dapat memiliki berbagai posisi dalam berbagai masalah, namun Ankara adalah sekutu penting. Kami mendukung upaya perdamaian PBB di Libya dan Suriah. “

GNA telah diserang oleh pasukan putschist Jenderal Haftar sejak April lalu, dengan lebih dari 1.000 tewas dalam kekerasan. Pemerintah Tripoli meluncurkan Operation Peace Storm pada 25 Maret untuk menangkal serangan di ibukota. Pemerintah resmi menuduh kekuatan asing mendukung panglima perang Haftar menyeret negara ke dalam kekacauan.

Fayez al-Sarraj, kepala pemerintah Libya yang diakui PBB, mengatakan pekan lalu bahwa Turki yang merespons pada saat dibutuhkan untuk melawan serangan ofensif Haftar, sementara ia mengkritik IRINI/Operasi Uni Eropa karena melayani keinginan panglima perang Haftar.

Menteri Dalam Negeri Libya, Bashagha juga mengatakan Uni Emirat Arab merupakan ancaman bagi keamanan nasional Libya, Ia menambahkan bahwa negara Arab tersebut ingin melanggengkan suasana kacau di Libya.

Mengatakan kembali bahwa tujuan utama IRINI adalah untuk menegakkan embargo PBB terhadap pengiriman bantuan militer asing ke Libya, Sarraj mengatakan: “Wilayah operasinya adalah Laut Mediterania. Tapi senjata dan amunisi datang ke musuh kita terutama melalui darat dan udara. Singkatnya, ini adalah keberatan kami: Pelabuhan kami akan dikontrol, pasukan kami akan dihukum, sementara bandara Haftar akan bebas menerima bantuan dan milisi untuk menggunakan segala jenis bantuan untuk kekuatan militer mereka.” ujarnya.

Menyusul diusirnya mendiang penguasa Moammar Gadhafi pada 2011, Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya didirikan pada 2015 sebagai bagian dari kesepakatan politik yang diperantarai PBB. 

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>