Published On: Rab, Jun 3rd, 2020

Islam Dalam Pusaran Corona

Share This
Tags

Oleh : HMS.Suhary AM

Literatur literatur tentang Islam di China  menyebutkan bahwa penyebar ajaran Islam pertama di Tiongkok itu adalah Sa’ad Bin Abi Waqqash RA, paman Nabi Muhammad SAW. (Jakarta, Antara).

Dari prespektif sejarah, bahwa Sa’ad Bin Abi Waqqash RA menyebarkan Islam ke China pada tahun 620 Masehi atau pada masa ke khalifahan Ustman Ibnu Affan RA yang memerintah pada masa itu.       

Tujuh tahun setelah mendarat di kota Guangzhou di wiliayah selatan China, Sa’ad Bin Abi Waqqas membangun masjid Huaisheng yang dilengkapi dengan mercu suar untuk memandu kapal dari laut China Selatan memasuki muara  Sungai Mutiara. Masjid yang berjarak 2,5 kilometer dari makam Sa’ad Bin Abi Waqqash di jantung kota Guangzhou itu merupkan bangunan masjid pertama di China.(M. Irfan Ilmie, 2020).

Jika kita melihat perkembangan sejarah Islam, maka Islam sejak abad ke 7 hingga abad 14 telah menyebar ke seluruh ploksok dunia dan berkembang di berbagai mancanegara, dari mulai memancarnya Islam di jazirah Arabia hingga ke dataran Tiongkaok (China), Rusia, dunia Afrika, Eropa, Western (Barat) , Asia, Asia Tenggara hingga ke negara negara Asean, termasuk Indonesia Islam masuk pada abad 13. Termasuk kejayaan Islam pada masa khalifah Ustmany di Turki hingga tahun 1924, artinya Islam berkembang di Turki hingga mencapai abad 19 ( 1900 tahun). Kemudia Islam mengalami degradasi (kemunduran) dalam kurun waktu 400 tahun (sejak awal abad 15 hingga abad 19) karena ekspansi peperangan dari bangsa Eropa.

Kini, Islam bangkit kembali menunjukan eksistensinya di berbagai belahan dunia, bahkan Islam di Eropa dan Barat berkembang pesat. Dari Kajian dan Penelitian Lembaga Internasional Islam di German, bahwa populasi Islam di Eropa dan Barat akan terus meningkat, dan diperkirakan pada tahun 2050 populasi Islam akan berimbang dengan populasi pemeluk Kristen menjadi fifty-fifty.

Ketika Corona terjadi di Wuhan(China) Islam mulai di seret seret ke pusaran Corona dengan tersebarnya video masyarakat China sholat di salah satu masjid berduyun duyun. Narasi dalam video itu mengarah kepada pertobatan rakyat Tiongkok setelah didatangi “Pagebluk” (Virus Corona) yang merenggut lebih dari seribu nyawa manusia itu. Demikian Tulis Irfan Ilmie.

Masyarakat China yang ikut sholat Jumat di salah satu masjid di China tanpa bersyahadat lagi, mungkin karena tidak tahu, dan rasa takut dengan Corona dan masyarakat Muslim China hampir tidak ada yang korban karena Corona, orang-orang China merasa aman jika masuk masjid dan mengikuti sholat jumat, meskipun mereka pake celana pendek, maklum asal masuk saja.

Pemerintah China menyatakan bahwa wabah pneumonia (Covid 19) tersebut sebagai ‘Darurat Nasional’ pada tanggal 23 Januari 2020, masyarakat setempat harus mengenakan masker saat berada di luar rumah.

Di Itali dan German  adzan berkumandang di Gereja, ada apa ? mereka menganggap bahwa ketika adzan berkumendang Corona telah  mnghilang menghormati panggilan adzan. Suara Tuhan telah bergema di seluruh mancanegara.

Adzan terus berkumandang di berbagai masjid di Eropa dan di negara negara Barat seperti Amerika Serikat.Penulis melihat video (medsos) ketika pembukaan Sidang Parlemen AS yang dihadiri Presiden Donald Trump dibuka dengan Kalam Tuhan (ayat suci Al Qur’an) dan dengan terjemahan dari seorang ulama AS. Subhanallah ! semoga hidayah Allah masuk ke lubuk hati mereka.

 Di New Zaeland masyarakat berbaris berbondong bondong belajar berwudhu dan kemudian ikut sholat berjamaah dengan para ustadz/imam, juga di tempat tempat negeri lainnya. Bisa jadi pemeluk Islam akan terus bertambah setelah Corona berakhir, Hidayah Allah telah turun ke bumi menyentuh kalbu manusia.

Keyakinan Terhadap Monotheisme.

Dalam prespektif sosiologis, bahwa keyakinan manusia di atas muka bumi ini dapat dikatagorikan ke dalam tiga dimensi kepercyaan.  Pertama, keyakinan yang bersifat Monotheisme, yakni keyakinan dan kepercyaan terhadap Tuhan Yang Satu (Allah SWT) pencipta alam semesta. Dimensi Ketuhanan (monotheisme) adalah umat Islam di berbagai belahan dunia.

Kedua, keyakinan terhadap Polytheisme (Percaya kepada Tuhan lebih dari Satu, seperti kaum Kristiani yang percaya pada Trinity (Trinitas) yakni Tuhan Bapa, Tuhan Yesus/Tuhan Anak dan Ruhul Kudus). Begitu juga kepercayaan polytheisme Hindu/Budha bahwa kepercayaan terhadap reinkarnasi antara Dewa (Brahmana, Wishnu dan Syiwa) yang diajarkan dan dikembangkan oleh Sidarta Gautama.

Ketiga, Keyakinan terhadap Atheisme ( A = Tidak, Theis = Tuhan. Isme = Paham) golongan yang tidak percaya adanya Tuhan. Pada umumnya dianut oleh kaum berideologi komunisme.

Pada saat Corona beraksi di berbagai belahan dunia, maka semua masyarakat internasional terkejut dan bahkan ketakutan terhadap Corona. Di China misalnya  masyarakat tersentak dan ketakutan. Mengapa mereka merapat ke masjid ? ternyata Tuhan melalui Corona mengingatkan umat manusia agar menyadari bahwa ada kekuatan ghaib di balik alam ini (Supreme Being). Pada akhirnya manusia akan mengakui hakikat kebenaran dan keberadaan TUHAN pemilik alam jagad ini.

Jika kita mempelajari ayat ayat kitab suci Al Qur’an, maka Al Qur’an telah banyak memberikan informasi, motivasi, inspirasi  serta prospek keilmuan pada manusia itu sendiri.

Tidak kurang dari 800 ayat ayat Kauniyah (ayat ayat yang mengupas tentang alam semesta, Sains dan Teknologi) pendekatannya  rasionalisasi dan  dapat dikaji secara komprehensif. Kecuali ayat ayat metafisika (beyond the mind) yang tak dapat dicerna oleh kekuatan akal manusia, karena keterbatasan ilmu dan akal manusia itu sendiri. Wama utitum bil ilmi illaa qoliilaa (sedikit saja ilumu yang dimiliki manusia).

Eksistensi Tuhan di alam jagad raya ini, telah disadari oleh umat manusia dari waktu ke waktu, bahwa Tuhan itu hadir dan ada dalam kehidupan dunia ini.

——————

Penuis adalah Sekretaris Komisi Hubungan LN dan Kerjasama Internasional MUI Banten. Ketua PP MPSII (Pimpinan Pusat Majlis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia).

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>