Published On: Sel, Jun 16th, 2020

Medikbud Nyatakan Belajar Mengajar Akan Dilakukan Dengan Model Shifting

Share This
Tags

Jakarta, CakrabuauaNews – Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI mengeluarkan tata cara kegiatan belajar untuk sekolah yang masuk dalam zona hijau dan diperbolehkan untuk beraktivitas kembali pada Juli mendatang.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan tata cara tersebut terbagi dalam dua fase yang akan dijalankan oleh pihak sekolah.

“Fase pertama yakni masa transisi yang akan mulai diterapkan sekolah tersebut selama dua bulan,” kata Nadiem melalui konferensi pers virtual pada Senin.

Dalam dua bulan pertama kata Nadiem, kapasitas kelas hanya diperkenankan 18 peserta didik atau setengah dari kapasitas normal untuk jejang pendidikan dasar hingga menengah.

Memberlakukan jaga jarak 1,5 meter serta menerapkan sistem shifting.

“Kami memberikan kebebasan bagi sekolah seperti apa shiftingnya per harian atau mingguan,” jelas Nadiem.

Pada masa transisi kata dia, kegiatan berinteraksi antar kelas di sekolah diperkenankan.

“Jadi masuk ke kelas langsung pulang, kantin juga tidak diperkenankan juga kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperkenankan,” pungkas dia.

Sementara untuk jenjang pendidikan dini jika telah dibuka kembali, kapasitas peserta didik maksimal lima orang dan melakukan jaga jarak 3 meter.

Nadiem menambahkan jika sekolah tersebut tetap menjadi zona hijau selama dua bulan, maka akan memasuki fase masa kebiasaan baru.

Dalam fase ini kata dia, peserta didik diperbolehkan untuk lebih banyak dibandingkan masa transisi.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan dibukanya kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka pada tahun ajaran baru 2020-2021 yang dimulai pada Juli.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka hanya diperbolehkan untuk daerah yang masuk dalam zona hijau Covid-19.

Saat ini kata dia, ada sekitar 85 kabupaten/kota yang masuk dalam zona hijau atau hanya sekitar 6 persen populasi peserta didik dari seluruh Indonesia.

Sementara untuk daerah yang masuk zona kuning, oranye dan merah atau sekitar 429 kabupaten/kota belum diperbolehkan untuk kegiatan belajar secara tatap muka karena masih memiliki risiko penyebaran Covid-19. (adz/aa)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>