Published On: Ming, Jul 26th, 2020

Turki kecam Pembakaran Benderanya Di Yunani

Share This
Tags

Otoritas Yunani ‘memprovokasi publik dan mengizinkan pembakaran bendera Turki’ sebagai protes atas Hagia Sophia, kata Kementerian Luar Negeri Turki

Ankara, Cakrabuananews.com – Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk pihak-pihak berwenang di Yunani yang memprovokasi dan mengizinkan pembakaran bendera negara itu di Thessaloniki, sebagai protes atas pembukaan Masjid Hagia Sophia untuk beribadah.

“Kami sangat mengutuk bahwa pemerintah Yunani dan anggota parlemen memprovokasi publik melalui pernyataan bermusuhan mereka,“ kata Hami Aksoy, juru bicara Kementerian Luar Negeri, dalam sebuah pernyataan tertulis.

“Mereka secara terbuka membiarkan pembakaran bendera kami yang mulia di Thessaloniki,” lanjut dia.

Aksoy mengatakan Yunani sekali lagi menunjukkan permusuhan terhadap Islam dan Turki dengan dalih reaksi pada pembukaan kembali Masjid Hagia Sophia untuk beribadah.

Dia mengatakan “anak-anak Eropa yang manja”, yang tidak dapat menerima pembukaan kembali arsitektur ikonik sebagai masjid, berada dalam khayalan lagi.

“Para pemimpin rasis ini, yang tidak belajar dari sejarah dan tidak menghormati bendera kita yang mulia, harus mengingat nasib mereka di Laut Aegea,” Aksoy menekankan.

“Yunani harus bangun dari mimpi Bizantium, yang telah gagal selama 567 tahun, dan menyingkirkan frustrasinya,” kata dia.

Dia mencatat penindasan Yunani terhadap minoritas Muslim Turki di negara itu sudah diajukan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Yunani juga satu-satunya negara Eropa yang tidak memiliki masjid di ibukotanya dan telah mengabaikan pembongkaran masjid bersejarah di wilayahnya.

Aksoy mengatakan bahwa pembukaan Masjid Hagia Sophia sebagai tempat peribadatan sudah sesuai keinginan bangsa Turki.

“Masjid Hagia Sophia, seperti aset budaya lainnya di tanah kami, milik Turki, dan itu akan selamanya menjadi milik kami dan dalam perlindungan kami,” kata dia.

Dia juga menekankan bahwa pembukaan Masjid Hagia Sophia untuk ibadah sesuai dengan persyaratan dan esensi dari Konvensi UNESCO 1972 tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia.

“Sejalan dengan komitmen Turki terhadap semua hak dan kebebasan beragama, dan tradisi toleransinya, Masjid Hagia Sophia, tempat beribadah bagi Islam, yang merupakan agama perdamaian dan merangkul semua agama, akan terus terbuka untuk semua orang mulai sekarang. terus, ”kata dia.

Hagia Sophia menjadi gereja selama 916 tahun hingga Istanbul ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II.

Bangunan itu kemudian diubah menjadi masjid dari 1453 hingga 1934 atau hampir 500 tahun.

Kemudian diubah lagi menjadi museum selama 86 tahun.

Hagia Sophia masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1985 saat berfungsi sebagai museum.

Bangunan itu merupakan salah satu bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Turki oleh wisatawan domestik maupun asing.

Pada Juli, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah jeda 86 tahun.

Jumat lalu diadakan Salat Jumat pertama setelah resmi berubah menjadi masjid. (adz/anadolu)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>