Published On: Sen, Jul 27th, 2020

Khotib Salat Jum’at Di Masjid Ayasofya Menyandang Pedang Di Lengannya, Bagian Dari Tradisi Turki

Share This
Tags

Istanbul, Cakrabuananews – Pada pelaksanaan shalat Jum’at perdana di Masjid Ayasofya hari pada Jum’at (24/7/2020) dilaksanakan dengan khotib menyandang pedang di lengannya.

Sebagaimana dilaporkan Daily Sabah, pedang yang dipegang selama khutbah Jum’at memiliki folpsofi sebagai simbol penaklukan.

Setelah memimpin sholat Jum’at, khatib Ali Erbaş mengatakan kepada wartawan,  “Khutbah Jum’at telah disampaikan dengan pedang, tanpa gangguan, selama 481 tahun. Jika Allah mengizinkan, kami akan melanjutkan tradisi ini mulai sekarang. “

“Ini adalah tradisi di masjid-masjid yang merupakan simbol penaklukan,” jelas Erbaş, yang mengepalai Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet), menambahkan bahwa Masjid Ayasofya adalah salah satu simbol penaklukan tersebut.

Ayasofya berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul, dan masjid dari tahun 1453 hingga 1934 – hampir 500 tahun – dan yang terbaru sebagai museum selama 86 tahun.

“Saya berharap banyak orang berdoa di masjid ini … belajar agama mereka di sini. Kami akan mencoba mengembalikan Madrasah Ayasofya agar berfungsi seperti yang terjadi selama tahun-tahun yang luar biasa dengan pelajaran Al-Quran di setiap sudut masjid.”

” Masjid juga berfungsi sebagai sekolah. Seperti halnya Nabi kita mampu membesarkan sahabat-sahabatnya di masjid, kita berusaha membesarkan anak-anak dan remaja kita di masjid, “Erbaş menambahkan.

Selain berfungsi sebagai masjid, Masjid Agung Ayasofya juga merupakan salah satu tujuan wisata utama Turki bagi pengunjung domestik dan asing.

Pada tahun 1985, selama menjadi museum, Ayasofya dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO. Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan para pemimpin Turki lainnya telah lama menganjurkan restorasi ke masjid yang berfungsi, terbuka untuk beribadah.

Pada 10 Juli, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Ayasofya menjadi museum, membuka jalan untuk penggunaannya sebagai tempat ibadah.

Direktorat Urusan Agama Turki mengawasi layanan keagamaan di masjid, sementara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengawasi pekerjaan restorasi dan konservasi yang sedang berlangsung. (adz/daily sabah)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>