




Kamis, 28 Januari 2010 - 23:41:39 WIB
Kecurigaan Rehab Asal-asalan, Wagub Sidak Gedung SDN 03-08 Warakas
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ibukota
- Dibaca: 500 kali
Jakarta,KBC - Kondisi fisik gedung SDN 03-08 Warakas, Tanjungpriok, Jakarta Utara, yang memprihatinkan pascadirehab sebulan lalu yang telah menggunakan anggaran tahun 2009, mendapat perhatian serius Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto. Ia langsung melakukan Sidak (inspeksi mendadak) ke sekolah itu Selasa (26/1) untuk melihat langsung dari dekat. Namun karena beberapa kerusakan sudah diperbaiki seminggu lalu, orang nomor dua di DKI Jakarta ini tidak lagi menemukan tanda-tanda kerusakan.
Wagub juga menyayangkan pada pihak Dinas Pendidikan DKI yang tidak melibatkan para kepala sekolah dan guru dalam pelaksanaan rehab gedung. Seharusnya, mereka dilibatkan sehingga dapat membantu melakukan pengawasan. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Kepala SDN 08 Warakas, Sri Wahyuni, yang mengadu pada Wagub bahwa ia tidak tahu RAB (rencana anggaran biaya) karena sejak awal tidak pernah dilibatkan. Sehingga ia tidak tahu mana yang harus dikerjakan dan tidak oleh kontraktor pemenang
tender.
"Seharusnya kepala sekolah dan guru dilibatkan dalam pengawasan pekerjaan rehab, karena mereka lebih tahu kondisi sekolah," kata Prijanto, usai Sidak di SDN 03-08 Warakas, Jakarta Utara, Selasa (26/1). Keterlibatan para Kepsek dan guru dianggap penting karena akan memudahkan pendataan segala kerusakan dan keperluan perbaikan sekolah tersebut. Ibarat sebuah rumah, mereka tentu lebih tahu mana bagian yang rusak dan harus diperbaikinya.
Wagub juga merasa kecewa karena selama ini kontraktor pelaksana perbaikan tidak pernah melapor kepada pihak sekolah. Akibatnya, pekerjaan perbaikan sekolah sering dilakukan asal-asalan dengan alasan mengejar waktu penyelesaian atau kejar tayang. "Ini yang sering mengakibatkan perbaikan tidak maksimal," ungkap Prijanto.
Atas kejadian tersebut, Prijanto langsung menegur Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Utara, Istaryatiningtias, yang ikut dalam Sidak ke SDN 03-08 Warakas. Sebab, Istaryatiningtias dianggap bertanggung jawab pada persoalan tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Istaryatiningtias mengatakan bahwa rehab gedung sebenarnya bukan lagi tanggung jawab Dikdas, akan tetapi itu sudah menjadi tanggung jawab Sudin Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Jakarta Utara. "Itu juga menjadi tanggung jawab Sudin Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Jakarta Utara," kata Istaryatiningtias.
Ia menyebutkan, proyek rehab SDN 03–08 Warakas, saat ini masih dalam masa pemeliharaan pihak kontraktor selama dua bulan ke depan. Dengan begitu, segala kekurangan dan kerusakan gedung masih tanggung jawab pemborong. "Karena masih ada waktu dua bulan ke depan untuk masa pemeliharaan," ujarnya. Rehab ini dikerjakan oleh PT Porsamina.
Ia berjanji akan melaksanakan permintaan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk melibatkan kepala sekolah dan guru dalam pengawasan perbaikan sekolah.
Kepala SDN 08 Warakas, Sri Wahyuni, mengaku, walau sudah ada perbaikan, namun sejumlah kerusakan masih saja terjadi pada sekolah tersebut. Misalnya, jika turun hujan lima ruang masih bocor. Masing-masing di ruang kelas IV dan VI, ruang komputer, ruang guru, serta ruang kepala sekolah.
sementara itu LSM PPA kepada KBC mnegatakan,kedatangan wagub untuk sidak akan sia-sia saja bila telah diketahui oleh pejabat yang disidak."hal ini dapat dilihat dengan adanya perbaikan sejak Sabtu (23/1) kemarin untuk melakukan perbaikan.lebih baik saja perusahaan itu juga perlu diawasi saja," jelasnya.
seorang pengajar yakni di ruang kelas IV menuturkan, minggu lalu sempat terjadi bocor sehingga kegiatan belajar mengajar sedikit terganggu.
"Semua ruangan berantakan termasuk kaca, meja, dan lemari rusak semua. Bahkan seluruh instalasi listrik dan telepon dicopot, tidak dipasang lagi. Begitu juga kran air di kamar mandi semua rusak," katanya
Ia juga heran, kenapa pintu ruang kelas maupun guru tidak diganti, masih menggunakan pintu lama. Bahkan hampir setiap pintu, kuncinya mudah lepas. "Padahal baru direnovasi tetapi kunci semua pintu pada jebol. Bahkan engsel yang ada di dalam juga mudah patah. Kami khawatir barang-barang berharga seperti komputer bisa digondol pencuri," katanya. Demikian halnya toilet dan kamar mandi tidak diperbaiki.
Kasudin Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Jakarta Utara, Djoko S Dawoed, mengatakan, talang air yang dikabarkan rawan ambruk itu saat ini sudah diperbaiki.
Sehingga siswa tak perlu resah lagi. Namun untuk kamar mandi, toilet, dan pintu-pintu ruangan tidak masuk dalam bagian rehab. Sehingga tidak ada perbaikan pada bagian-bagian tersebut. "Rehab hanya dilakukan pada perbaikan atap, ubin, pengecatan tembok, dan besi railing handrail atau besi pegangan untuk menaiki tangga. Sedangkan kamar mandi, toilet, pintu-pintu ruangan tidak masuk bagian dari rehab," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, beberapa pekerjaan yang masih dalam finishing seperti pengecatan tembok, adalah tanggung jawab pemborong. Demikian halnya soal keterlibatan kepala sekolah. "Ke depan kami akan libatkan kepala sekolah mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan serahterima pekerjaan. Sehingga Kepsek dapat menjadi "pengawas" dan suasana akan lebih kondusif. Kami sangat apresiatif dengan masukan-masukan dari Pak Wagub," ujarnya.
Mengenai pintu, yang kuncinya rusak segera diganti. Bahkan akan dibuatkan pintu pengaman dari teralis, sehingga barang-barang elektronik tetap terjaga dengan baik.
Namun karena ini bagian dari pekerjaan ringan, maka dapat dilakukan oleh pihak sekolah dengan mengandalkan anggaran dari BOS/BOP.
Sementara itu surat yang dikirimkam kepada kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar sampai berita ini diturunkan belum mendapat jawaban, kemungkinan bila dalam minggu ini tidak juga ditanggapi maka diharapkan pihak aparat hukum dapat memeriksa pejabat dinas terkait,khususnya pendidikan dasar Jakarta utara. (red kbc)



| Maret, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
