![]() |
|||||||||||||||||
|
Selasa,2008-07-29, 15:13:37 WIB BRI BANK TERBESAR DI INDONESIA BIDIK SEKTOR AGROBISNIS DAN KORPORASI Jakarta, KBC - Bank Rakat Indonesia (BRI) masih menempatkan kredit UKM sebagai sektor kredit yang paling besar dibanding sektor lain kredit agrobisnis dan korporasi sebagai sektor yang kucuran kreditnya cukup besar. Seperti dilaporkan wartawan KBC Hadiman, hal ini diungkapkan Direktur Utama BRI Sofyan Basir, lebih lanjut Sofyan mengatakan kredit disektor UKM sebesar empat triliun rupiah. Tiga penyumbang terbesar lainnya dibawah sektor UKM adalah agrobisnis sebesar satu triliun rupiah, kupedes sebesar satu triliun rupiah dan sektor konstruksi sebesar Rp. 600 Miliar. Menanggapi survey BI yang menempatkan BRI di posisi pertama dari 10 Bank penyalur kredit terbesar yaitu sebesar Rp. 123,059 triliun, mengalahkan Bank Mandiri yang selalu di posisi teratas sejak 2003 – 2007, Sofyan mengaku sangat terkejut dan bersyukur, menurutnya, tingginya kredit yang dikucurkan BRI tersebut didukung oleh KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan agrobisnis terutama perkebunan hingga triwulan I 2007 menjadi Rp. 118,44 triliun pada triwulan I 2008. Selain membiayai UKM BRI juga mulai membidik perusahaan korporasi besar membiayai proyek sindikasi untuk telkom, seperti beberapa waktu lalu BRI bersama enam bank lainnya (Bank Mandiri, Bank BNI, BCA, Bank Bukopin Bank Mega, dan Bank CIMB Niaga). Dalam kredit sindikasi tersebut, BRI sendiri menyalurkan dana sebesar lima triliun rupiah, kredit sindikasi ini untuk membiayai kebutuhan dan untuk belanja modal alias capital expenditure (Capex) yang total nilainya mencapai Rp. 9,3 Triliun. Sementara itu untuk kredit sektor agrobisnis, menurut Sofyan, BRI tetap berkonsentrasi pada perkebunan tepatnya kepada PTPN, total kredit yang di salurkan sebagian disalurkan ke 32 BUMN, menurut Sofyan BRI masih belum melirik sektor pertambangan, pasalnya penyaluran kredit di sektor ini harus memiliki kajian yang mendalam dan menguasai masalah pertambangan. Untuk PTPN, BRI menyediakan dana sebesar Rp. 5,4 triliun, Plafon tersebut dipergunakan hingga 2009 sebagai penunjang program swasembada gula pada 2010. untuk PTPN, dikeluarkan dana sebesar Rp. 600 miliar untuk membiayai revitalisasi pabrik gula dan juga untuk modal kerja kelompok tani. Sofyan menambahkan, BRI akan terus membidik PTPN yang berada di seluruh Indonesia, karena sektor ini sangat menjanjikan dan pasarnya cukup luas. Sedangkan suku bunga BRI menurut Sofyan, hingga saat ini BRI belum berencana menaikkan suku bunga, hingga BI rate naik 100 basis poin, mengingat BI rate sudah naik sebesar 75 basis poin, maka BRI sendiri sedang mengantisifasi dan mempelajari pengaruh kenaikkan tingkat bunga tersebut. “Kami tidak akan menaikkan suku bunga, untuk menghindari tingginya NPL karena BBM baru saja naik, kita hanya mau memberi sedikit nafas lega buat debitur, kan baru saja BBM naik” ujar Sofyan. |
|
||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||