![]() |
|||||||||||||||||
|
Ahad,2008-08-17, 07:28:27 WIB TEATER TARI PERDAMAIAN UNTUK PERINGATAN 3 TAHUN MoU HELSINKI Meulaboh, KBC - Teater tari tentang perdamaian berjudul She Lagee menjadi acara utama pada Malam Renungan Perdamaian di kota Meulaboh pada tanggal 14 Agustus 2008. Pada acara yang sama diadakan Ikrar Perdamaian yang melibatkan berbagai stakeholders perdamaian di Aceh Barat untuk meneguhkan komitmen bersama meneruskan proses perdamaian yang telah dimulai.Press realize, SUNSPIRIT for justice and peace melaporkan, sekitar 500 undangan dari unsur Pemerintah dan masyarakat sipil hadir dalam kegiatan dalam rangka Peringatan 3 tahun Perdamaian ini. She Lagee (secara harafiah berarti gaya geser-bergeser; maknanya bergeser untuk berbagi tempat dengan orang lain) merupakan teater tari kontemporer yang dipersembahkan oleh masyarakat dari 20 desa di Aceh Barat dan dari kota Meulaboh yang bergabung dalam Komunitas Seni Damee Meulaboh (KSDM). Teater yang sama dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta tanggal 7-9 Juli lalu sebagai bagian dari promosi perdamaian Aceh. SUNSPIRIT dan KSDM yang menyelenggarakan acara ini berharap bahwa para Pemerintah Indonesia, TNI/POLRI dan unsur Gerakan Aceh Merdeka yang sekarang menjadi Komite Peralihan Aceh (KPA), serta seluruh rakyat Aceh, lebih konsisten dalam menjalankan butir-butir kesepakatan damai di Helsinki. Tahun depan proses perdamaian akan menghadapi tantangan serius dan sekaligus peluang besar dalam proses Pemilu. Kami berharap bahwa berbagai kelompok politik mampu menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi politik nir-kekerasan (non-violence politic). Dalam spirit She Lagee, ruang politik mesti diisi dengan gaya geser yang memberi tempat bagi orang lain, dan bukannya menduduki tempat yang menjadi hak orang. Kedutaan Swiss untuk Indonesia yang mendukung pementasan teater perdamaian ini secara khusus mengucapkan selamat kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Rakyat Aceh atas kesuskesan implementasi MoU Helskinki dan keberlanjutannya menuju masa depan.
IKRAR PERDAMAIANDalam rangka peringatan 3 tahun MoU Helsinki, Meulaboh 14 Agustus 2008, dibacakan bersama oleh peserta Malam Renungan Perdamaian. Ikrar perdamaian tersebut, antara lain;Kami/ masyarakat dan pemimpin Kabupaten Aceh Barat/ bersama dengan seluruh masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam percaya bahwa sesungguhnya perdamaian itu/ adalah rahmat Allah Yang Maha Esa dan merupakan jalan menuju masa depan bangsa yang lebih baik. Oleh sebab itu Kami berikrar untuk: 1. Menjaga perdamaian/ yang telah dicapai melalui MoU Helsinki 15 Agustus 2005/ dan meneruskan usaha untuk melakukan pembaharuan/ menuju Aceh yang sungguh-sungguh damai dan sejahtera. 2. Menolak segala bentuk penyelesaian masalah dengan jalan kekerasan, intimidasi, dan pemaksaan kehendak; serta mengusahakan dialog dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan. 3. Menjauhkan sikap saling curiga dan dendam serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, berusaha membangun rasa saling percaya dan persaudaraan dengan sesama anak bangsa 4. Mewujudkan keadilan dan pemenuhan hak asasi manusia semua warga Negara serta mendukung proses demokrasi secara konsisten. 5. Melanjutkan proses perdamaian dengan segala upaya secara pribadi dan bersama-sama, melalui tugas dan tanggung jawab masing-masingdemi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejahtera, adil dan makmur. Semoga Allah Yang Maka Kuasa merestui ikrar kita ini. Meulaboh, 14 Agustus 2008, pada malam peringatan tiga tahun Perdamaian Aceh. |
|
||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||