![]() |
|||||||||||||||||
|
Senin,2008-09-01, 10:47:50 WIB RUSIA MENUTUP KEDUTAAN BESARNYA DI GEORGIA Moskow, KBC - Departemen luar negeri Rusia menyatakan, telah menutup kedutaan besarnya di Tbilisi sehubungan kebijakan Georgia yang memutus hubungan diplomatk dengan Moskow. Bersamaan dengan upaya Uni Eropa untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia, Moskow juga menyatakan, Uni Eropa tak seharusnya merusak hubungannya dengan Rusia dengan meratifikasi sanksi terhadap Moskow. Sementara itu, Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin memprotes keras AS dan menilai Washington pelaku utama krisis di Ossetia Selatan. Selain menuding AS terlibat dalam krisis di kawasan, Rusia juga menuduh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) kian memperuncing ketegangan di kawasan dengan menempatkan kapal perangnya di laut hitam. Di pihak lain, Moskow berikrar akan meningkatkan hubungan militer dan ekonomi dengan kawasan Osetia Selatan dan Abkhasia yang diakuinya sebagai negara merdeka. Presiden Rusia Dmitri Medwedew menjelaskan, perjanjian mengenai pembentukan aliansi dengan Abkhasia dan Osetia Selatan akan segera ditandatangani. Tapi ia tidak mengungkapkan kapan waktunya. Media Rusia memperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Pernyataan Medwedew itu disampaikan sehari menjelang diselenggarakannya pertemuan puncak khusus Uni Eropa membahas krisis dikawasan Kaukasus. Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeir menyerukan agar tidak memperuncing konflik. |
|
||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||