Bagikan ini:

" />
Published On: Kam, Agu 30th, 2018

Ahli Ekonomi Bank Mandiri perkirakan inflasi 2019 capai 4,5%

Share This
Tags

Jakarta, Cakrabuananews.com – Ahli ekonomi memprediksi infalasi ekonomi Indonesia akan mencapai 4,5 persen pada tahun 2019. Masih berada pada kisaran proyeksi inflasi pemerintah dalam APBN 2019 yang ditetapkan yakni 3,5 plus minus 1 persen.

“Pemicu utamanya adalah mau tidak mau setelah pemilu dan lebaran tahun depan, pemerintah harus menyesuaikan harga BBM sebagian,” jelas Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan dalam media briefing di Jakarta, Kamis, seperti dikutip Anadolu Agency.

Menurut Anton, harga minyak sudah naik sejak tahun 2017. Namun, selama ini kenaikan harga BBM belum ditransfer ke konsumen dan masih diserap oleh produen dengan mengurangi profit margin.

“Pada titik tertentu, memang harus ada adjustment,” imbuh dia.

Sementara itu, pendorong inflasi lainnya menurut Anton adalah sengkarut pada data produksi pangan yang menyebabkan harga pangan khususnya beras seringkali bermasalah.

“Data beras terkait produksi selalu bermasalah antara Kementan, BPS, dan akademisi meskipun luas area tanamnya besar. Pada nyatanya, muncul masalah pada ketersediaan pasokan di pasar yang membuat harga beras naik,” lanjut Anton.

Sementara sepanjang tahun ini, dia memperkirakan inflasi akan berada pada posisi 3,6 persen. Angka ini masih konsisten dengan proyeksi yang dibuat pada Januari lalu.

Lebih lanjut, Anton memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan relatif melambat. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi di tahun depan sebesar 5,1 persen, sedikit di bawah perkiraan pertumbuhan pada tahun ini yang sebesar 5,16 persen.

“Pada Januari lalu sebenarnya kita memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,3 persen. Tapi pada Juli kita koreksi menjadi 5,16 persen,” ungkap dia.

Koreksi tersebut mencakup adanya perubahan kebijakan dalam negeri, khususnya pada suku bunga acuan Bank Indonesia yang berubah cukup cepat karena beberapa perkembangan global, seperti harga komoditas minyak yang bergerak naik dengan cepat dan juga depresiasi rupiah yang begitu cepat dari perkiraannya.

Untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan yang diperkirakan melambat, Anton sudah mempertimbangkan suku bunga acuan BI yang kemungkinan akan mencapai 6,5 persen pada tahun depan.

“Tahun depan memang agak melambat, tapi tidak akan sampai di bawah 5 persen,” dia menekankan.  (adz/aa)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>