Bagikan ini:

" />
Published On: Sab, Sep 1st, 2018

BNN Musnahkan 122,5 Ton Ganja di Sumut

Share This
Tags

Petugas gabungan dari BNN dan Kodim 0212 TS memusnahkan ladang ganja di Mandailing Natal, Sumatra Utara, Kamis, 30 Agustus 2018. (Dokumentasi BNN – Anadolu Agency)

Medan – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Bareskrim Polri, Polres Mandailing Natal (Madina) dan TNI Angkatan Darat memusnahkan ladang ganja yang siap dipanen dengan luas mencapai 3,5 hektare (Ha) di perbukitan Tor Sihite, Dusun Bandar Julu, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Penyabungan, Kabupaten Mandina, Sumatera Utara (Sumut).

“Ganja yang dimusnahkan itu ditotal memiliki berat yang mencapai 122,5 ton. Rinciannya, setiap satu meter lahan ada 6 batang pohon ganja yang memiliki ketinggian satu sampai tiga meter. Semua pohon ganja itu dimuanahkan dengan cara dibakar,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP Sumut, AKBP Agus Halimudin, Jumat (31/8).

Agus mengatakan, ada sebanyak 90 petugas gabungan, termasuk dirinya mewakili BNN Sumut yang langsung turun dalam melakukan pemusnahan ladang ganja tersebut. Turut hadir Direktur Narkotika Deputi Pemberantasan BNN RI, Brigjen Viktor J Lassut MM, Kombes Jacksen, Kombes Giri, Kombes Iwan Eka Putra dan dari Bareskrim Mabes Polri.

“Lokasi menuju perladangan ganja itu berada di perbukitan yang curam. Untuk menuju lokasi harus berjalan kaki dengan menempuh perjalanan selama tiga jam. Kita akan terus melakukan penyisiran untuk mencari lokasi ladang ganja lainnya. Sebab, ini bukan temuan yang pertama oleh petugas gabungan melainkan sudah berulangkali,” katanya.

Menurutnya, penemuan ladang ganja itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Petugas kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan turun ke lokasi. Setelah mendapatkan kebenaran informasi itu, petugas gabungan menyusul turun ke lokasi, dan langsung melakukan pemusnahan ladang ganja tersebut.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji menyampaikan, ladang ganja sudah sering ditemukan dan dimusnahkan petugas. Lokasi penemuan ladang ganja itu pun berada di lokasi yang berbeda dari sebelumnya. Pihaknya bersama dengan tim gabungan tetap akan menelusuri area perbukitan untuk memastikan adanya ladang ganja lain di perbukitan Tor Sihite tersebut.

“Medan menuju lokasi penemuan ganja di Tor Sihite itu sangat sulit. Selain itu, keterbatasan petugas menjadi salah satu kendala untuk menelusuri seluruh area perbukitan. Oleh karena itu, kita terus mengharapkan peran serta masyarakat untuk mendukung program pemerintah dan aparat dalam melakukan pemberantasan narkoba,” sebutnya.

Irsan menduga, masih ada lahan di Tor Sihite yang dimanfaatkan sindikat narkoba menjadi perladangan ganja. Meski medan menuju lokasi yang sangat curam, petugas akan tetap turun untuk memusnahkan ladang ganja, serta tetap melanjutkan proses hukum terhadap petani ganja.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) masih melakukan pengembangan untuk membongkar sindikat narkoba. Pengembangan oleh polisi setelah menembak enam anggota sindikat narkoba jaringan internasional yang ditangkap dari perbatasan Aceh dan Kabupaten Langkat. Tiga orang di antaranya tewas ditembak. Salah satu yang tewas itu adalah gembong narkoba asal Malaysia, berinisial MZ (40).

Selain MZ, polisi menembak mati MAA (47) warga Desa Masjid, Kecamatan Sukamulia Bendahara, Aceh Tamiang dan S (41) warga Sarbelawan, Kabupaten Simalungun. Dalam kasus ini, polisi mengamankan 9 kilogram (Kg) sabu – sabu, 5 unit handphone, 1 unit mobil double cabin No. Pol. BK 8397 CF dan 1 unit sepeda motor No. Pol BL 3060 WBR.

“Untuk tersangka yang masih hidup dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 111 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Kapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto.

Agus mengatakan, ancaman hukuman maksimal dari penerapan pasal dimaksud adalah pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. Polisi pun masih melakukan pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan dalam mengungkap sindikat narkoba lain, yang berhubungan dengan jaringan tersebut.

“Tindakan tegas dan terukir oleh petugas kita karena mereka berusaha melarikan diri. Jaringan ini pun mempunyai peranan masing – masing. Tersangka MAA sebagai pengatur masuknya narkoba dari Malaysia. MZ dan S sebagai pembawa sabu – sabu dari Malaysia, melalui jalur laut. Semuanya jaringan Malaysia, Aceh dan Sumut,” ungkapnya.

Ditambahkan, tiga tersangka lain yang mengalami luka tembak di bagian kaki yakni, MRl (32), MAR (32) dan Z (43) warga Aceh Tamiang, memiliki peranan sebagai kurir. Sindikat ini diduga sudah berulangkali menyelundupkan sabu – sabu dari Malaysia ke perairan Aceh dan Langkat, Sumut.

“Kasus narkoba jaringan internasional ini terungkap berdasarkan pengembangan dari pengungkapan kasus sabu – sabu seberat 39 Kg oleh Polda Sumut di Jalan Lintas Medan – Aceh, beberapa waktu lalu. MAA yang masuk daftar pencarian sebagai orang yang pertama ditangkap di Simpang Opak, Aceh Tamiang,” jelasnya.

“Berdasarkan pengakuan MAA kemudian dikembangkan petugas dengan meringkus MZ dan S di Jalan Lintas Medan – Aceh. Ketika diinterogasi, keduanya mengaku bahwa barang haram itu dibawa oleh MRI dan MAR ke Medan. Polisi langsung melakukan pengejaran dan juga menangkap Z di sebuah SPBU di Langkat,” sebutnya.

Menurutnya, penembakan terhadap sindikat narkoba ini terjadi di Jl Tol Binjai – Medan. Saat itu, para pelaku berusaha melarikan diri saat diboyong ke Medan. (cn-adz Suara Pembaruan)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>