Bagikan ini:

" />
Published On: Kam, Sep 6th, 2018

Trump sangkal rencanakan pembunuhan Assad

Share This
Tags

Washington, Cakrabuananews.com  – – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyangkal tuduhan yang disebut dalam sebuah buku kontroversial yang akan terbit bahwa dia berencana melakukan pembunuhan terhadap Pemimpin Suriah Bashar al-Assad dan pejabat-pejabat tinggi rezim tersebut setelah mereka melancarkan serangan kimia yang mematikan.

Saat melakukan sesi foto singkat dengan Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, Trump berkata usulan semacam itu “bahkan tidak pernah didiskusikan”, tak seperti detail yang dibagikan oleh jurnalis Bob Woodward dalam bukunya, “Fear: Trump in the White House”, yang ringkasannya ditulis oleh Washington Post pada Selasa lalu.

“Ide itu tidak pernah terpikirkan, tidak akan dipikirkan dan seharusnya tidak dituliskan di dalam buku tersebut. Itu hanya fiksi,” ujar Trump.

Woodward, jurnalis investigasi yang telah bekerja di Washington Post selama belasan tahun, melaporkan bahwa setelah serangan kimia yang disinyalir dilakukan oleh rezim Suriah, Trump memanggil Menteri Pertahanan AS James Matties dan memintanya membuat rencana untuk membunuh Assad dan petinggi-petingginya.

“Ayo bunuh mereka! Ayo. Kita bunuh banyak dari mereka,” ujar Trump penuh sumpah serapah, menurut Woodward.

Mattis mengatakan kepada Trump akan segera membuat rencana yang diminta, namun lalu berujar kepada seorang pejabat senior lain, “Kita tidak akan melakukannya. Kita akan melakukan tindakan yang lebih terukur.”

Mattis belakangan merilis pernyataan yang menyebut buku itu sebagai “produk dari imajinasi kaya seseorang”.

Trump telah berulang kali mengecam buku Woodward yang dijadwalkan rilis pada pekan depan itu, bahkan menyebutkan melalui Twitter pada Rabu bahwa AS harus mengubah peraturannya sehingga memudahkan penuntutan pada seseorang atas pencemaran nama baik atau fitnah.

“Sangat memalukan bila seseorang bisa menulis sebuah artikel atau buku, dengan kisah yang dibuat-buat dan menggambarkan seseorang yang berkebalikan dengan kenyataan sesungguhnya, dan bisa lolos tanpa ganjaran,” ujar dia. “Tidak tahu mengapa para politisi di Washington tak mengubah peraturan tentang fitnah?”

Namun sebagian materi dalam buku tersebut seakan dibenarkan oleh editorial terbuka di New York Times yang ditulis secara anonim, namun dikatakan sebagai salah satu pejabat senior dalam pemerintahan Trump. Dia juga mengaku sebagai bagian dari kelompok yang “bekerja dengan giat dari dalam untuk menggagalkan bagian-bagian dari agenda dan keputusan-keputusan terburuknya”.

Penulis tersebut mengacu kepada Trump.

“Kami percaya tugas pertama kami adalah untuk melayani negara ini, dan presiden terus berlaku membahayakan kesehatan republik ini,” tulis dia. “Itu sebab, banyak pejabat pemerintahan Trump yang bersumpah untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjaga institusi demokratis ini dengan menggagalkan keinginan-keinginan sesat Trump sampai dia keluar dari Gedung Putih.”

New York Times merahasiakan identitas penulis itu, namun berkata mereka tahu siapa orang tersebut.

Gedung Putih menanggapi opini terbuka itu dengan kritik tajam, mengatakan bahwa sang penulis “telah memilih untuk berbohong, alih-alih mendukung”.

“Dia tidak mengutamakan kepentingan negara, namun kepentingan dan ego dirinya sendiri, di atas keinginan masyarakat Amerika. Pengecut ini harus melakukan hal yang benar dan mengundurkan diri,” ujar Juru Bicara Sarah Sanders.

Tentang serangan militer yang terus terjadi di Idlib, barat laut Suriah, Trump dalam pertemuannya dengan al-Sabah berkata bahwa rezim Assad, Iran dan Rusia “diharapkan sangat, sangat bijaksana dan berhati-hati. Karena dunia mengawasi. Ini tidak bisa menjadi peristiwa pembantaian”.

“Jika ini adalah pembantaian, dunia akan sangat, sangat marah dan Amerika Serikat juga akan sangat marah,” kata dia.(adz/anadolu agency)

 

 

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>