Bagikan ini:

" />
Published On: Ming, Sep 16th, 2018

Bupati Pandeglang Serukan Jaga Independensi

Share This
Tags

Bupati Pandeglang,Irna Narulita(berjilbab) Lagi Menggoreskan Tanda Tangan(Foto istimewa)

Pandeglang, CakrabuanaNews.com  — Selaku Kepala Daerah Pandeglang, Irna Narulita sudah membuat surat edaran terkait jelang pemilu, agar indenpendensi dikalangan pegawai dapat terwujud.

“Jangan sampai pesta demokrasi ini tercederai. Dan kita sebagai aparatur pemerintah harus dapat menjaga independensi supaya pemilu ini berjalan dengan bersih, aman dan damai,” hal ini dikatakan Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menghadiri deklarasi damai, Minggu (16/9) di depan Gerbang selatan Pendopo atau di Jl. K. H Tb Asnawi.

Irna yakin, jika semua tahapan dapat dilaksanakan dengan baik tentu akan meminimalisir segala bentuk kerawanan yang terjadi. Oleh sebab itu, semua pemangku kebijakan melaksanakan tanggung jawab masing-masinh, “Kita semua selaku aparatur pemerintah, termasuk ,KPU, TNI, Polri dan masyarakat punya tanggung jawab bersama yaitu mensukseskan jalannya pemilu. Kami akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan dengan baik dari Kecamatan hingga ke desa membantu tugas KPU,” ujarnya.

Terkait masih banyaknya masyarakat yang belum perekaman KTP elektronik, Irna berjanji, pihaknya akan menyisir melalui Dinas Kependudukan, Kecamatan dan Desa, “Kita akan data lagi agar Desember dapat selesai, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pandeglang Ahmad Suja’i mengatakan, dengan adanya deklarasi kampanye damai dapat mewujudkan pemilu yang aman, damai dan sejuk. Karena, menurutnya, dalam tahapan kampanye yang panjang segala bentuk apapun bisa saja terjadi.
” Tahapan kampanye kurang lebih selama 203 hari. Ini bagaikan kendaraan semakin lama berjalan semakin panas, namun walaupun demikian jangan sampai terjadi over hit, nah ini peran kita semua termasuk dari peserta pemilu yang harus memahami semua aturan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Suja’i, Pemilu tahun 2019 ini merupakan yang ke 5 di era reformasi. Kata dia, bahkan tahun ini pertama kalinya pileg bersamaan dengan pilpres, “Belajar dari pengalaman yang lalu, Pandeglang memang tidak pernah terjadi permasalahan yang begitu prinsip. Namun tetap harus kita antisipasi salah satunya para peserta pemilu harus menghindari, money politik, intimidasi, dan menggunakan fasilitas negara,” jelasnya.

Suja’i juga mengatakan, memang saat ini masih ada beberapa masyarakat yang sudah memiliki hak konstitusi tapi belum terdaftar di DPT. Namun, ia memastikan, walaupun demikian tetap dapat melakukan penjoblosan karena masuk di Daftar Pemilih Khusus (DPK), ” Sesuai Undang – undang no. 7 tahun 2012, selain usia 17 tahun dan sudah menikah tetap harus dibuktikan dengan KTP elektronik. Jadi satu jam sebelum TPS ditutup yang tidak terdaftar di DPT tetap dapat melakukan pencoblosan sesuai domisili di KTP,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengungkapkan, sejauh ini di Kabupaten Pandeglang dalam melaksanakan pemilu selalu damai dan aman, “Selama ini kami belum menemukan kerawanan yang terjadi, namun dinamika selalu berubah oleh sebab itu harus tetap diantisipasi,” tandasnya.(Sudeni To & AsWE)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>