Bagikan ini:

" />
Published On: Rab, Sep 19th, 2018

Eks PM Malaysia ditahan terkait aliran dana jutaan dolar ke rekening pribadi

Share This
Tags

Putrajaya, CakrabuanaNews.com  —  Eks Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, ditahan oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia, lembaga setara dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Putrajaya Rabu (19/09).

Kepastian tersebut diumumkan oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM).

Disebutkan, Najib selanjutnya akan dihadirkan di pengadilan pada Kamis (20/09) untuk dikenai ‘sejumlah dakwaan’ termasuk penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan transfer dana US$628 juta atau sekitar Rp9.344 triliun ke rekening pribadinya.

Dalam pernyataan kepada media, SPRM menyebutkan bahwa penahanan mantan orang nomor satu di Malaysia selama periode 2009 hingga 2018 itu dilakukan pada Rabu sore di kantor pusat SPRM di Putrajaya.

“Najib akan menghadapi beberapa dakwaan… setelah mendapat izin mendakwa dari Kejaksaan Agung.” Demikian dikatakan SPRM.

Sebagimana dirilis BBC, Kemunculannya di pengadilan Kamis (20/09) akan menjadi ketiga kalinya eks perdana menteri tersebut dihadapkan ke pengadilan.

Ia pertama kali dihadirkan di pengadilan pada tanggal 4 Juli, tidak sampai dua bulan setelah kalah dalam pemilihan umum. Secara total terdapat tujuh dakwaan yang telah diarahkan kepadanya berkaitan dengan pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan semasa menjadi perdana menteri.

Sejak awal ia membantah segala tuduhan dan sempat dinyatakan bebas dari segala tuduhan oleh Kejaksaan Agung Malaysia saat dirinya masih berkuasa. Ia menyebut dana US$628 juta tersebut merupakan sumbangan dari Kerajaan Arab Saudi.

Namun penyelidikan baru terkait skandal 1MDB dibuka lagi setelah koalisi Barisan Nasional yang ia pimpin kalah dalam pemilu pada bulan Mei. (adz/bbc)

 

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>